Trump secara terbuka mengancam akan memberhentikan sosok tersebut dari Dewan Gubernur jika tidak memilih mundur secara sukarela.
"Jika dia tidak pergi tepat waktu, maka saya harus memecatnya,” kata Trump, dikutip dari Reuters, Kamis 16 April 2026.
Situasi ini memperumit proses transisi kepemimpinan di Federal Reserve, yang biasanya berjalan mulus. Powell sebenarnya masih memiliki masa jabatan sebagai anggota dewan hingga 2028, sehingga ia secara hukum dapat tetap bertahan meskipun tidak lagi menjabat sebagai ketua.
Trump juga menegaskan bahwa penyelidikan kriminal terhadap Powell menjadi alasan tambahan untuk menekan pengunduran dirinya.
Di sisi lain, penyelidikan tersebut justru menjadi hambatan bagi rencana Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya. Proses konfirmasi Warsh di Senat berpotensi tertunda karena sejumlah pihak menilai penyelidikan terhadap Powell sebagai langkah politis yang mengancam independensi bank sentral.
Beberapa anggota parlemen bahkan secara terbuka menentang langkah tersebut. Senator Republik Thom Tillis, misalnya, menyebut penyelidikan itu sebagai serangan yang tidak berdasar dan berjanji akan menghambat konfirmasi Warsh selama kasus tersebut belum dihentikan.
Di tengah tekanan politik ini, Powell menegaskan bahwa ia tidak berniat meninggalkan posisinya di Dewan Gubernur sebelum penyelidikan benar-benar selesai secara transparan. Ia juga membuka kemungkinan tetap bertahan lebih lama jika dianggap perlu demi menjaga stabilitas institusi dan kepentingan publik.
BERITA TERKAIT: