Ketua MPR Minta Penanganan Kasus Ahok Tak Dikaitkan Dengan SARA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 29 November 2016, 21:39 WIB
Ketua MPR Minta Penanganan Kasus Ahok Tak Dikaitkan Dengan SARA
rmol news logo Kasus penistaan agama yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama merupakan masalah sederhana. Apalagi Ahok sendiri sudah diproses hukum dan saat ini berstatus sebagai tersangka. Hukum memang harus adil tanpa pandang bulu.

Demikian disampaikan Ketua MPR RI Zulkifi Hasan saat memberikan Taushiyah Kebangsaan di hadapan ribuan kader, anggota dan simpatisan Muhammadiyah serta masyarakat umum se-Lampung Timur dalam rangka memperingati Milad ke 107 H/104 M Muhammadiyah di lapangan Sukadana, Lampung Timur, Selasa (29/11).

Gelar acara Milad yang bertema 'Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan' ini juga dihadir Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur, Forkompimda Pemkab Lampung Timur, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Timur.

Karena itu Ketua Umum DPP PAN ini meminta agar kasus tersebut tak dikait-kaitkan dengan isu SARA. Umat lain juga harus memahami kemarahan umat Islam atas pernyataan Ahok yang disampaikan di Kepulauan Seribu pada akhir September tersebut.

"Masalah itu bukan soal suku, bukan soal kebencian kepada agama lain. Saya sampaikan juga kepada saudara sebangsa yang beda agama bahwa tolong kegelisahan dan kemarahan umat Islam dipahami dan dibantu. Sebab, kitab suci kami dinistakan. Kemarahan itu adalah bentuk spontanitas melakukan aksi demo besar-besaran menuntut keadilan.  Jadi bukan karena sentimen suku dan agama," katanya.

Diungkapkan Zulkifli Hasan, kemarin ada pertemuan antara MUI, Polri, dan panitia penggerak aksi demo kasus penistaan agama.  Mereka bertemu bersilaturahmi dan berdialog untuk mencari pemecahan solusi permasalahan agar tidak berlarut-larut.  Sebab, jika dibiarkan dan antar pihak yang berseberangan pendapat sama-sama keras maka akan pecah bentrok.

"Kita bersyukur terjadi pertemuan itu yang kemudian terjadi kesepakatan bahwa aksi demo yang akan aksi 212 nanti  adalah aksi super damai bahkan Polri akan membantu peserta aksi semaksimal mungkin itu sungguh kabar yang sangat menyejukkan," ujarnya.

Diungkapkan Zulkifli, dirinya secara diam-diam sering melakukan silaturahmi datang  datang ke berbagai kalangan antara lain ke MUI, ke Presiden, ke Kapolri, ke tokoh nasional seperti Megawati dan lainnya.  Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, Zukilfi berdiskusi agar para tokoh nasional segera menyeselesaikan permasalahan Indonesia ini dengan cara Indonesia.

"Kita selesaikan dengan nilai-nilai luhur ke Indonesiaan kita yakni dengan silaturahim dan berdialog. Sebab, orang kalau marah ada persoalan begitu jumpa dan berdialog masalah 10 ,insya Allah 5 selesai. Kalau sudah jumpa marahnya hilang setelah itu tinggal dicari penyelesaiannya," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA