Film itu menjadi debut Parsons di dunia layar lebar. Backrooms mengangkat konsep liminal spaces, ruangan dan struktur yang terasa ganjil, menyeramkan, dan seolah tidak berujung.
Cerita Backrooms mengikuti seorang pemilik toko furnitur bernama Clark (Chiwetel Ejiofor). Ia dikisahkan berjuang melawan kecanduan alkohol sekaligus memiliki permasalahan rumah tangga yang berujung perceraian.
Suatu hari, saat memeriksa gangguan listrik di ruang bawah tanah tokohnya, ia menemukan celah misterius di dinding yang membawanya ke rangkaian ruangan biasa yang tampaknya tak berujung. Saat memasuki ruangan tersebut, Clark dihadapkan pada setumpuk furnitur yang berada di bagian tengah ruangan, seperti meja, kursi, lampu, hingga laci yang saling menumpuk satu sama lain.
Ruangan itu bagai labirin tak berujung dengan warna kuning kusam pada dinding. Ruangan tersebut turut mengeluarkan suara asing yang menarik perhatian Clark untuk mencari sumber suara. Clark kemudian menceritakan pengalaman tidak biasa tersebut kepada terapisnya, Dr. Mary Kline (Renate Reinsve). Awalnya sang terapis tidak percaya cerita Clark.
Namun, ia bersikukuh ingin membuktikan ruangan tersebut benar-benar ada. Clark mengajak asistennya, Kat (Lukita Maxwell), dan kekasih Kat, Bobby (Finn Bennett), memasuki Backrooms dengan peralatan dokumentasi.
Perjalanan mereka berubah menjadi pengalaman berbahaya ketika berbagai entitas mengerikan mulai bermunculan. Ketika ia menghilang, terapisnya pun memulai perjalanan ke wilayah yang tidak diketahui untuk menyelamatkannya.
Film horor psikologis ini berhasil melampaui seluruh ekspektasi box office dengan meraup US$81 juta di pasar domestik serta US$118 juta secara global pada akhir pekan perdananya. Kesuksesan itu menjadikan Backrooms sebagai film dengan debut terbesar sepanjang sejarah rumah produksi A24.
Angka debut Backrooms lebih dari tiga kali lipat rekor yang sebelumnya dipegang film thriller Civil War (2024) karya Alex Garland yang debut dengan pendapatan sebesar US$25,5 juta. Kesuksesan debut Backrooms sekaligus menjadikan Kane Parsons sebagai sutradara termuda yang berhasil memiliki film peringkat pertama di box office.
BERITA TERKAIT: