Kebanjiran, Koi Peliharaan HNW Lepas

Rabu, 04 April 2012, 09:17 WIB
Kebanjiran, Koi Peliharaan HNW Lepas
Hidayat Nur Wahid (HNW)

RMOL. Banjir tidak hanya mengge­na­ngi pemukiman kelas bawah. Ru­mah-rumah mewah di kawasan Kemang, Jakarta tak luput dari terjangan air.

Rumah calon gubernur DKI Ja­karta, Hidayat Nur Wahid (HNW)di Jalan Kemang IV No­mor 79D ikut kebanjiran. Ru­mah minimalis berlantai dua itu ke­ma­sukan air sejak Senin malam (2/4).

Rumah bekas ketua MPR itu lebih tinggi satu meter dari jalan. Namun air tetap masuk. Ke­ting­gian air di dalam rumah mencapai betis orang dewasa. Sebuah kar­pet warna hijau terlihat dijemur di atas dinding pagar sebelah depan. Tak hanya di pagar rumah, di lantai dua dari rumah yang cu­kup besar ini juga terlihat karpet yang dijemur.

“Saya sudah bangun semacam pembatas agar air tidak masuk. Ternyata air akhirnya masuk juga ke lantai bawah sejak Selasa dini hari. Akibatnya beberapa pera­bo­tan dan karpet terendam oleh air yang masuk,” kata Hidayat yang ditemui Rakyat Merdeka di ke­diamannya.

Tak hanya perabotan, kolam ikan yang terletak persis di depan rumah ikut menjadi korban. Be­berapa ikan Koi peliharaan bekas presiden PKS itu lepas

“Alhamdulillah tidak semua ikan hanyut terbawa banjir, masih ada beberapa yang tertahan. Lihat saja, ikan-ikan itu kini bisa be­re­nang bebas di tempat yang se­benarnya bukan kolam mereka,” jelas Hidayat sambil menunjuk ke arah depan rumah di mana kolam ikan berada.

Menurut Hidayat, banjir kali ini terjadi merupakan banjir ter­be­sar selama dia tinggal disitu. Se­lama ini kawasan tempat ting­gal kerap dilanda banjir tapi per­nah sampai masuk ke rumah. Air hanya menggenang di jalan de­pan rumah.

“Sekarang sudah masuk air, surutnya pun lama. Biasanya kalau hujan berhenti, air segera surut. Tapi sampai sekarang, air masih cukup tinggi,” ujarnya.

Sampai kemarin sore, kawasan ini masih terendam air setinggi paha orang dewasa. Puluhan anggota Marinir terlihat berjaga-jaga di ujung. Mereka siap mem­berikan bantuan kepada warga yang hendak melintasi banjir.

Sesekali, anggota Marinir pat­roli keliling kompleks dengan pe­rahu karet. Sambil berpatroli, me­reka membantu warga yang ingin keluar dari rumah tapi terhalang banjir.  Suratmo, petugas ke­ama­nan di kompleks tersebut me­nga­takan, awalnya air masuk sejak Se­lasa pukul dua dini hari.

Awalnya banjir hanya setinggi sebetis. Belakangan terus naik sampai akhirnya menggenangi rumah warga, termasuk rumah Hidayat.

Lokasi perumahan ini, kata Suratmo, jauh dari aliran Kali Krukut. Kata dia, ada apartemen yang memisahkan kompleks perumahan ini dengan kali itu. Jaraknya sekitar 100 meter.

“Tapi kalau airnya gede, air tetap masuk dari selokan-selokan. Jadi lubernya sampai ke sini juga,” kata Suratmo.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA