Tim Medis Disiagakan Pantau Kesehatan Petugas TPS PSU

PSU Di Jakarta Sepi Peminat, KPPS Bisa Kerja Santai

Senin, 29 April 2019, 10:14 WIB

Foto/Net

11 TPS di Jakarta melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) pada Sabtu (27/4). Warga sudah tak antusias lagi. Banyak pemilih yang absen. KPPS santai bekerja. Kendati begitu petugas medis tetap disiagakan.

Sabtu pagi (27/4), sisi Jalan Hankam Raya, Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan petugas ke­polisian gabungan dari polres dan polsek setempat, terlihat berjaga-jaga. Beberapa petugas berpakaian sipil, dan juga warga, juga terlihat di tempat tersebut.

Hari itu, sisi tersebut dijadi­kan TPS nomor 034, Kelurahan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. TPS 034 jadi salah satu dari 11 TPS yang harus melak­sanakan PSU di wilayah DKI Jakarta. TPS 034 melaksanakan PSU keseluruhan. Memilih ulang capres-cawapres, dan juga caleg.

Sejak pagi, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) telah bersiaga. Mengenakan baju koko putih, dipadu celana katun hitam. Mereka menyiapkan segala hal yang diperlukan. Dari mulai surat suara, kotak suara, hingga tintauntuk menyelupkan jari bagi pemilih yang sudah menyoblos.

TPS-nya sederhana. Mengambil tempat tak begitu besar di sebuah lahan kosong, di RT 07 RW 02. Tak ada pernak-pernik yang dipasang sekadar memeri­ahkan suasana. Berbeda dengan saat pemungutan suara pada 17 April lalu. TPS ini begitu ramai meriah. Kini atap TPS-nya pun dibuat ala kadarnya mengguna­kan terpal biasa.

Kursi-kursi plastik, dileng­kapi beberapa meja, papan tulis putih, hingga cemilan dan air mineral memang tetap tersedia di TPS ini. Namun tetap saja suasananya berbeda dengan 17 April lalu.

Petugas KPPS-nya memang tetap semangat. Namun sayang­nya, hal itu tak terlihat dari pemilih. Sejak dibuka jam tujuh pagi, suasana TPS terlihat masih lengang. Rentang waktu antara pemilih satu dan berikutnya bisa mencapai 15 menit. Tak sampai ada antrean. Oleh karenanya petugas bisa sedikit bersantai. Pemilih terakhir selesai mencoblos pukul 12.30. Setelahnya, tak ada lagi pemilih, hingga TPS ditutup pukul 13.00.

Setelah beristirahat 15 menit, penghitungan suara dimulai. Diawali dari penghitungan suara capres-cawapres. Penghitungan berjalan lancar. Hasilnya, pasangannomor 01 Jokowi-Ma'ruf Amin menang. Perolehan suar­anya 95. Sedangkan pasangan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memperoleh 86 suara. "Empat suara nggak sah," kata Ketua KPPS 034 Bambu Apus Tri Wahyudi.

PSUdi TPS 034, dijelaskan Tri Wahyudi, dilakukan karena adanya warga luar Jakarta yang memilih tanpa menggunakan formulir A5. Warga itu, kata dia, mencoblos hanya bermodalkan e-KTP. Akhirnya, seluruh KPPS di TPS itu pun diganti.

"Diganti semua. Alhamdulillah hari proses PSU berjalan dengan lancar," ucapnya.

Pihaknya, kata Tri, sudah membuka TPS sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Namun, pemilih yang datang menurun dibandingkan pada 17 April lalu. Di TPS itu, lanjut Tri, jumlah DPT sebanyak 244 orang. "Tapi yang ikut PSUtotalnya hanya 185 orang," terangnya.

Siti Rohani, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Bambu Apus mengakui, antusiasme warga berkurang dalam PSU, Sabtu (27/4). Bahkan, kata dia, hingga pukul 11.30, baru 167 dari 244 DPT yang datang mencoblos. Padahal, pada 17 April lalu, war­ga yang datang lebih banyak.

"Ya memang seperti ini kon­disinya," jelas wanita yang biasa disapa Hani itu.

Meski lebih lengang, namun pihaknya tetap melakukan per­siapan maksimal. Termasuk dari tim medis. Dia menjelaskan dua tim medis dari Puskesmas Kelurahan Bambu Apus dan Kecamatan Cipayung sudah stand by di lokasi sejak pagi.

Kalau untuk para KPPS, sam­bungnya, memang tidak ada pengecekan medis sebelumnya. Tapi tim medis tetap disiagakan di lokasi. Hal itu dilakukan lantaran melihat banyak petu­gas KPPS yang ambruk sakit atau bahkan meninggal dunia lantaran kelelahan. "Makanya kami menyediakan (tim me­dis) supaya kalau ada apa-apa segera diberikan penanganan," jelasnya.

Dwia, salah satu pemilih yang terdaftar di DPT TPS 034 men­gaku, tidak terlalu antusias mengikuti PSU. Berbeda dengan 17 April. Dia begitu bersemangat. Kendati tak terlalu bersemangat lagi mencoblos di PSU, namun Dwia tak mau hak suaranya hilang. Makanya, dia memaksakan diri untuk ikut pencoblosan ulang.

Sebelumnya, dia memang diinfokan bakal ada pencoblosan ulang meski tak diberitahu ala­sannya. "Baru dikasih tahu pas nanya-nanya di TPS," ucapnya.

Suasana lengang juga terlihat di TPS 014 Cilangkap, Jakarta Timur. Jumlah DPT yang ikut mencoblos ulang mengalami penurunan. Rita, Ketua KPPS TPS 014, Cilangkap mengata­kan, tercatat ada 269 DPT di TPS itu. Namun, hingga menjelang penutupan TPS, belum mencapai 150 DPT yang mencoblos.

"Padahal pas 17 April, total DPT yang mencoblos itu menca­pai 216 pemilih," terang Rita.

Lebih lanjut, Rita menjelas­kan tak sedikit warga yang datang mencoblos menanyakan terkait PSU. "Ada beberapa yang tidak tahu, lalu kita jelas­kan," tambahnya.

Menjelang penutupan TPS, sambungnya, para petugas KPPS sudah meminta bantuan kepada para kerabat, tetangga maupun ketua RT setempat untuk menghubungi DPT yang belum da­tang. "Tapi pas di telepon ada yang beralasan sedang pulang kampung atau pergi ke luar rumah," sesalnya.

Melihat kenyataan itu, apa mau dikata. Rita hanya bisa pasrah. Yang terpenting, kata dia, petugas KPPS sudah mem­beritahu seluruh warga yang tercantum dalam DPT agar ikut mencoblos ulang. Hari itu warga yang menyoblos kebanyakan adalah warga yang tempat ting­galnya di sekitar TPS.

"Itu pun jarak kedatangan pemilih ini bisa sampai setengah jam baru ada lagi," tuturnya.

Penurunan jumlah pemilih juga terjadi di TPS 163 Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Dari 218 DPT, hanya 139 yang ikut melakukan pencoblosan ulang. "Kalau pas 17 April kemarin ada 166 orang yang ikut nyoblos," terang Joko Jaryono, Ketua KPPS setempat.

Joko menduga, menurun­nya partisipasi masyarakat dis­ebabkan karena faktor aktivitas yang dilakukan masyarakat pada hari Sabtu. Pasalnya, 17 April lalu adalah cuti bersama. Sedangkan hari Sabtu kemarin, kata Joko, bisa saja ada yang masih bekerja. "Bisa juga sibuk karena nggak tinggal di sini lagi. Jadi memang partisipasi menu­run," tuturnya.

Berdasarkan hasil rekapitu­lasi penghitungan suara capres-cawapres, lasangan nomor 02 Prabowo-Sandiaga mengungguli paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan suara sebanyak 63-74. "Sedangkan sebanyak dua suara tidak sah," ujar Joko.

Latar Belakang
Meloloskan Pemilih Luar Tidak Punya Form A5

11 TPS Jakarta Gelar PSU

Bawaslu Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan KPU untuk menggelar PSU di tiga wilayah Kota Administrasi. Ketiga wilayah tersebut yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.

Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu DKI Puadi menjelas­kan, dari tiga wilayah tersebut, total sebanyak 11 TPS yang perludilakukan PSU. Rinciannya, Jakarta Utara PSU di satu TPS, Jakarta Pusat dua TPS, dan Jakarta Timur delapan TPS.

Menurutnya, pemberian rekomendasi itu karena Bawaslu DKI menemukan sejumlah kesalahan prosedur yang ber­beda dari setiap wilayahnya. Misalnya, di Jakarta Utara, TPS 172 Kecamatan Pademangan, Kelurahan Pademangan Barat, diputuskan PSU karena ada 37 orang luar Jakarta menggunakan hak pilih dengan e-KTP luar Jakarta tanpa menunjukkan form A5 atau pindah memilih.

Penyebab yang sama juga terjadi di Jakarta Pusat. TPS 069 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, tujuh orang dan TPS 002 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, empat orang bisa ikut mencoblos meski dengan hanya bermodal e-KTP luar Jakarta tanpa A5.

Sedangkan di Jakarta Timur, ada 20 orang yang memiliki e-KTP luar Jakarta, menggunakan hak pilihnya di Kecamatan Pulogadung. Di TPS 02 Kelurahan Cipinang 9 orang, di TPS 064 Kelurahan Rawamangun 1 orang dan di TPS 116, 10 orang.

"Mereka menggunakan hak pilih dengan e-KTP Luar Jakarta tanpa A5," jelas dia.

Pada tiga TPS sisanya, Bawaslu DKI juga mendapati per­masalahan serupa. Yang berbeda terjadi di TPS 163 Kecamatan Cakung, Kelurahan Pulogebang. Permasalahan di sana lantaran pemilih di suruh tanda tangan di 120 surat suara.

Jadwal PSU yang direkomen­dasikan Bawaslu terlaksana pada Sabtu (27/4) dimulai jam tujuh pagi. Itu sesuai dengan ketentuan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 pasal 372 ayat 2.

Terpisah, Bawaslu Jakarta Timur mengatakan penyelenggaraan PSUdi delapan titik di Jakarta Timur berlangsung lan­car. "Tidak ada kendala. Terus kami monitor," kata komisioner Bawaslu Jakarta Timur Ahmad Syarifudin Fajar.

Dari delapan titik PSU di Jaktim, kata dia, hanya dua TPS yang PSU menyeluruh untuk pilpres dan pileg. Yakni TPS 163, Kelurahan Pulogebang dan TPS 34, Kelurahan Bambu Apus. Enam TPS lainnya, hanya PSUuntuk pilpres. Kebanyakan diulang karena saat pencoblosan kemarin ada KTP dari luar DKI Jakarta yang tidak menggunakan formulir A5. "Jadi, yang diulang hanya PSU pilpres," katanya.

Sebelumnya, dalam aturan KPU disebut, masyarakat yang ingin pindah tempat memilih pada Pemilu 2019 diminta un­tuk segera mengurus proses administrasi pindah memilih. Proses administrasi pindah tempatmemilih itu hanya bisa dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pemungutan suara yang berlangsung pada 17 April 2019.

"Di undang-undang itu aturan­nya begitu," ujar Komisioner KPU, Ilham Saputra.

Dia juga menjelaskan, proses administrasi yang perlu dilaku­kan masyarakat diawali dengan menginformasikan ke panitia lemungutan suara (PPS) atau KPU kabupaten atau kota asal atau tujuan. Setelah itu, data pemilih terkait akan dihapus dari TPS awalnya. Ketika proses ini selesai, calon pemilih akan mendapatkan formulir A5.

Formulir tersebut digunakan sebagai bukti bahwa yang ber­sangkutan telah pindah memilih. Formulir A5 bisa didapatkan pemilih dengan menunjukkan e-KTP maupun identitas lainnya.

"Pemilih yang pindah memilih akan dimasukkan ke dalam daf­tar pemilih tambahan (DPTb)," terangnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja

Sabtu, 21 September 2019
Video

Golkar Perlu Proyeksikan Politik Urban di 2024

Minggu, 22 September 2019
Video

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Minggu, 22 September 2019