Gambarnya Sudah Ditindih Cat Putih, Sudah Kinclong Lagi

Melongok Masjid Korban Vandalisme

Selasa, 23 April 2019, 09:33 WIB

Foto/Net

Coretan dinding bergambar alat kelamin pria di Masjid Jami Al-Hikmah dan Jami Nurul Falah, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, telah hilang. Cat putih menutupi coretan warna merah itu. Masjid Nurul Falah yang sebelumnya tak memasang kamera pengintai, kini setelah kejadian itu dipasangi empat kamera closed circuit television (CCTV).

Senin siang (22/4), sudah tak terlihat lagi gambar alat kelamin pria yang sebelumnya menem­pel di pilar, dinding dan pintu masuk masjid Nurul Falah. Kini pintu dan pilar masjid yang be­rada di kawasan Karang Tengah, Cilandak, sudah terlihat kinclong. Namun bila diamati dari dekat, masih terlihat samar-samar warna cat yang tersisa. Hanya bintik-bintik merah yang terlihat. Itu juga tersebar di beberapa bagian.

"Cat sudah dibersihkan pakai tiner setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Jajat, salah seorang pengurus Masjid Nurul Falah ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berdasarkan pengamatan, aksi vandalisme tidak menyurutkan langkah para jamaah untuk me­madati masjid bercat putih itu. Belasan jamaah duduk khusu' menanti salat Ashar tiba. Mereka begitu menghayati alunan suara qoriah yang diputar melalui pengeras masjid. "Setiap hari banyak jamaah datang. Jadi kejadian kemarin tidak ada pengaruhnya sama sekali," ujar Jajat kembali.

Di daerah itu, masjid Jami Nurul Falah memang cukup mencolok. Memang bentuk ban­gunannya unik. Mirip Keong. Baik Kubah maupun serambin­ya. Masjid tidak pernah sepi dari jamaah. Bahkan saat dini hari sekalipun. "Saat kejadian, salah seorang pengurus masjid sempat memergoki pelaku. Tapi karena diancam akan dijedotin ke tembok, akhirnya diam saja dan membiarkan pelaku pergi," jelas Jajat.

Jajat mengungkapkan, aksi vandalisme di Masjid Nurul Falah terjadi sekitar pukul 04.15 WIB atau beberapa saat sebelum azan subuh berkumandang. Saat itu, pengurus masjid se­dang siap-siap membuka pintu masjid. "Saat mau membuka tiba-tiba ketemu orang yang corat-caret dinding masjid dan langsung ditegur," ucapnya.

Padahal, kata dia, saat kejadian kondisi di sekitar masjid sedang ramai. Banyak petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) begadang menyelesaikan perhitun­gan surat suara. "Kalau pengurus masjid teriak, pasti ketangkap itu orangnya," geramnya.

Setelah kejadian tersebut, kata Jajat, pengurus masjid berini­siatif memasang empat CCTV di sekeliling masjid. Seperti, di depan lokasi pencoretan, halaman dan di dalam masjid. Dengan adanya alat perekam itu, dia ber­harap kejadian seperti itu tidak terulang lagi kedepannya.

"Aksi ini sangat berbahaya bagi keutuhan umat beragama. Jadi polisi harus segera menangkap­nya," harap Jajat.

Sementara, saksi mata di Masjid Jami Nurul Falah, Mansur mengungkapkan, aksi vandalisme terjadi sekitar pukul 04.15 WIB. Pelaku, menggu­nakan helm hitam full face dan menggunakan celana pendek. Ketika pelaku beraksi, motornya diparkir di pinggir jalan.

"Saya sempat didatangi pelaku saat akan memberitahu beberapa orang yang berada di dalam masjid. Mau marah ya, marah ya?’ Bilang begitu, saya enggak jawab apa-apa, saya enggak berani," kenangnya.

Setelah membentak, kata Mansur pelaku melanjutkan aksinya dengan mencoret-coret di tiang masjid dan selanjutnya pergi. Ada tiga titik yang dicorat-coret. Yaitu, pintu masjid, samp­ing pintu dan tiang. "Enggak sampai 15 menit, kira-kira 2 menit lah," ucapnya.

Selanjutnya, kata dia, pengu­rus melaporkan kejadian terse­but ke kepolisian. Kemudian, beberapa petugas polisi datang ke masjid sekitar pukul 06.30 pagi. "Sampai saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini," sebut dia.

Bagaimana dengan kondisi di Masjid Jami Al Hikmah? Kondisinya sama. Sudah tidak terlihat lagi coretan bergambar kelamin pria di dinding dan pilar masjid. Gambar warna merah itu telah dihapus. Ditiban cat putih untuk menutupi gambar tersebut. "Gambar sudah dihapus hari itu juga jam 9 pagi," ujar Sekretaris Takmir Masjid Al Hikmah, Rusli Salam kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berdasarkan pengamatan, masjid yang berada di Jalan Lebak Bulus 3 Nomor 1 RT8/ RT4 Cilandak, Jakarta Selatan ini berada persis di jalan raya. Lalu lintasnya cukup padat. Sehingga, banyak kendaraan yang mampir di masjid dua lantai itu. Belasan orang juga sibuk menjalankan salat wajib dan sunnah di masjid dua lantai itu. Sayangnya, lahan parkir cukup sempit. Hanya bisa me­nampung kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat cukup sulit parkir karena bisa meng­ganggu pengguna jalan. "Setiap hari masjid ramai terus. Kami tidak pernah mengunci pintu masjid walaupun malam hari," ujar Rusli kembali.

Sebenarnya, kata Rusli masjid tersebut sudah terpasang empat CCTV. Salah satunya berada tepat di atas pintu masuk masjid. CCTV tersebut yang kemudian merekam pelaku yang meng­gambar kelamin pria di tiang dan dinding masjid dan kemudian viral di masyarakat.

Latar Belakang
Pelaku Sempat Nantang Pengurus Masjid Yang Memergoki


Aksi vandalisme coretan ber­gambar kelamin yang terjadi di dua masjid di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis dini hari (18/4), sempat mem­buat gempar. Dua masjid yang jadi korbannya yakni; Jami Al- Hikmah dan Masjid Jami Nurul Falah. Jarak kedua masjid hanya sekitar 2 kilometer. Bentuk dan warna coretan sama.

Aksi corat-coret yang dilakukan seorang diri itu sempat terekam kam­era closed circuit television (CCTV) di Masjid Jami'Al-Hikmah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Video tersebut sempat diunggah akun Instagram @jakarta.terkini beberapa jam setelah kejadian. "Pelaku Vandalisme di Masjid Al-Hikmah Jakarta selatan- Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pelaku beraksi pada dini hari pukul 4.32 pagi, semoga pelaku segera bisa di tangkap," ujar akun tersebut dalam caption videonya.

Dalam video tersebut, terpan­tau suasana bagian depan masjid dalam keadaan sepi. Kemudian pelaku terlihat datang menggu­nakan sepeda motornya dan me­markir di depan Masjid. Pelaku yang mengenakan jaket ber­warna hitam, celana pendek dan helm full face, masuk ke masjid tanpa melepas sepatunya.

Setiba di masjid, tanpa ba bi bu pelaku langsung mengeluar­kan cat semprot pylox dari dalam tasnya. Dia kemudian mencoret tiang dua kali dengan gambar kemaluan dengan semprotan cat berwarna merah. Pelaku terlihat tidak terburu-buru saat menggambar konten berbau pornografi di tiang dan tembok masjid. Setelah menyelesaikan coretan tersebut, seorang pen­gunjung masjid menggunakan baju biru memergoki aksi pelaku. Pengunjung masjid tersebut ter­lihat menunjuk-nunjuk sambil menegur pelaku.

Namun, pelaku dengan santai tidak mempedulikan teguran pengunjung masjid dan keluar menuju gerbang depan masjid. Pria misterius itu pun pergi den­gan sepeda motornya. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran di TKP guna mencari bukti untuk men­gungkap identitas pelaku.

Petugas Masjid Jami Al- Hikmah, Kibay mengatakan, kejadian itu bermula saat orang tak dikenal yang menggunakan motor langsung mencorat-coret beberapa titik yang berada di Masjid Jami Al-Hikmah, pada Kamis (18/4) pukul 04.22 WIB. "Ada satu orang naik motor dengan ciri-ciri (mengenakan) helm merah full face, jaket hi­tam, celana pendek blue jeans, dia nyoret-nyoret titik satu, dua, tiga, empat. Setelah itu dia jalan santai anggap enggak ada apa-apa," ujar Kibay.

Kibay mengatakan pelaku melakukan aksi corat-coretnya sekitar 5 atau 6 menit. Kondisi di dalam masjid sudah ramai orang-orang yang akan melaksanakan salat subuh berjemaah. "Kami tidak langsung menghapus. Setelah olah TKP pihak kepolisian lang­sung dihapus," ucapnya.

Sementara, pemilik warung di depan Masjid Al-Hikmah, Rusdi mengatakan, saat pelaku beraksi, salah satu temannya sempat memergoki aksi pelaku tersebut. Namun bukannya pergi, pelaku malah menanggapi teguran teman Rusdi. "Lagi ngapain? 'Kalau berani, sini lu' kata temen saya," kenang Rusdi.

Setelah itu, kata Rusdi, pelaku sempat mengucapkan takbir sebelum akhirnya pergi menggu­nakan sepeda motornya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Sabtu, 09 November 2019
Video

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Senin, 11 November 2019
Video

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Selasa, 12 November 2019