Beberapa Ranting Pohon Rawan Patah Dipangkas

Pengelola Ragunan Amankan Pengunjung

Kamis, 18 April 2019, 10:27 WIB

Foto/Net

Sebuah dahan pohon yang patah dan jatuh, menimpa pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Akibatnya, satu pengunjung meninggal dan empat lainnya luka-luka.

Dahan pohon yang patah, berada di Jalan Singa Afrika, kawasan kebun binatang tersebut. Posisinya berada persis di depan Mushola Darussalam, dan tak jauh dari kandang harimau Sumatera. Cukup mudah menemukannya, karena lokasinya masih dikelilingi garis polisi. Luas lokasi yang diberi garis polisi sekitar 40 meter persegi.

Dari pengamatan, akhir pekan lalu, dahan yang patah berasal dari Pohon Kaya. Tingginya lebih dari 25 meter. Diameternya tidak begitu besar. Tidak sampai 50 centimeter (cm). Pohon itu memiliki beberapa cabang. Cabang dahan yang patah masih terlihat di pohon tersebut.

Tak ada aktivitas berarti di lokasi tersebut. Baik dari penyelidik kepolisian, maupun petugas pengelola. Namun, aktivitas pengunjung terlihat cukup ramai. Termasuk di sekitar lokasi dahan pohon yang patah. Apalagi, di dekat lokasi itu, terdapat musala dan kantin yang menjajakan makanan untuk pengunjung.

Efek dahan pohon patah dan jatuh, juga terlihat di TMR. Beberapa ranting pohon yang rawanpatah dan jatuh, tampak sudah dipangkas. Ranting-ranting yang dipangkas berasal dari beberapa jenis pohon. Bekas pangkasan dikumpulkan, kemu­dian dibawa petugas.

Namun, secara umum, tak ter­lihat pemangkasan pohon besar-besaran di TMR. Pohon-pohon berukuran besar, dan terlihat cu­kup tua, dibiarkan. Pengunjung pun terlihat nyaman-nyaman saja, meski sudah mengetahui insiden dahan pohon yang menimpa beberapa pengunjung. Tak terlihat ada rasa khawatir. Seperti yang diutarakan Rina.

Hari itu, Rina bersama keluarganya mengunjungi TMR. Mereka terlihat antusias mengunjungi beberapa hewan-hewan yang berada di sana.

"Nggak khawatir. Tapi tetap waspada aja," ujar Rina.

Kewaspadaannya cukup beralasan. Pasalnya, di tempat tersebut banyak pohon berukuran besar, dan juga berusia tua. Ditambah lagi, cuaca yang tidak menentu. Sewaktu-waktu bisa berubah dengan cepat. "Ya, mudah-mudahan nggak terjadi lagilah. Pengelola lebih waspada aja," harapnya.

Kepala Satuan Pelaksana Kebersihan dan Pertamanan Ragunan Tata mengatakan, sebelum batang pohon itu patah, petugas memang telah memeta­kan pemangkasan beberapa dah­annya pada pekan ini. "Memang sudah kami rencanakan untuk memangkas," kata Tata.

Menurut Tata, petugas belum berencana menebang pohon tersebut. Menurutnya, pohon itukarena pohon itu masih sehat. "Pohonnya memang besar, tapikondisinya masih sehat," ujarnya.

Tata menuturkan, Kebun Binatang Ragunan memiliki 52.733 pohon yang tersebar di kawasan wisata seluas 147 hektar ini. Dari jumlah tersebut, 10 persen di antaranya masuk kat­egori besar, dengan ketinggian lebih dari 20 meter.

Pohon dengan kategori sedang mencapai 60 persen dan kecil 30 persen. Dia menuturkan, setiap hari petugas selalu mengawasi dan memeriksa tanaman serta mengidentifikasi jika ada yang dianggap membahayakan.

"Ada yang kami temukan sendiri atau laporan dari petugassatwa terkait tanaman yang di­anggap rawan," ujarnya.

Dari Januari hingga Maret 2019, petugas telah menebang lima pohon yang dianggap raw­an tumbang. Pohon tersebut dite­bang karena telah keropos dan miring. Selain menebang pohon, pihaknya rutin memangkas da­han pohon yang sudah dianggap terlalu rimbun atau memotong sebagian batang pohon agar tidak menjulang tinggi.

Menurut Tata, patahnya dahan Pohon Kaya tidak di luar predik­si sebelumnya. Sebab sejauh ini pohon tersebut masih kokoh.

Tata tidak bisa menebang pohon itu meski telah mereng­gut nyawa pengunjung. Penyebabnya, Ragunan merupakan wilayah konservasi. Keberadaan tanaman degan kategori besar hingga kecil di dalam Ragunan sangat dibutuhkan.

"Kalau ditebang kami harus kantongi izin," terangnya.

Tahun ini, kata Tata, pihaknya telah mengajukan pengadaan alat pendeteksi kesehatan tanaman. Dia berharap, proposal alat tersebut diterima agar seluruh tana­man di dalam kawasan wisata ini bisa diperiksa seluruhnya. "Sebab kami belum melakukan pendataan mana yang diang­gap masih sehat atau tidak," jelasnya.

Namun, kata dia lagi, pihaknya mempunyai program kerja untuk melakukan penataan dan pe­mangkasan pohon yang diang­gap telah rimbun.

"Tahun ini ada 10 pohon yang akan ditebang," ungkapnya.

Sudah Diselesaikan, Keluarga Korban Tabah

Ibu muda bernama Anis Chairunnisa, jadi korban meninggal dalam insiden jatuhnya dahan pohon yang patah di TMR. Anis adalah warga Kampung Hutan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Dia telah dimakamkam pada Kamis (4/4), tak jauh dari tempat tinggalnya.

Sepekan usai peristiwa itu, Ari suami korban, terlihat tabah, meski raut sedih masih tampak di wajahnya. Sebab, saat keja­dian dirinya melihat langsung istrinya tertimpa pohon. Apalagi, kala itu dia dan istrinya hanya berbeda jarak beberapa meter.

Dia pun enggan bercerita pan­jang lebar soal kejadian tersebut. Katanya, permasalahan itu sudah selesai. Pengelola TMR, kata dia, bertanggung jawab dan su­dah mengunjungi kediamannya. "Saya sudah nggak mau ungkit-ungkit, udah selesai semuanya," kata Ari.

Anis meninggalkan satu orang suami dan seorang anak yang baru berusia 1,5 tahun. Adapun dalam kejadian itu, kata Ari, dia bertamasya ke TMR bersama sanak saudaranya. Kata Ari, saat kejadian, cuaca sedang baik. Tak ada angin, maupun hujan.

Dia dan keluarganya pun memilih mengikhlaskan keja­dian tersebut. "Sudah selesai. Kasihan juga anak saya masih kecil," ucapnya.

Latar Belakang
Satu Meninggal, Empat Luka

Dahan Pohon Jatuh Timpa Pengunjung TMR
Seorang pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, tewas tertimpa batang pohon pada Rabu (3/4). Korban tewas bernama Anis Chairunisa, warga asal Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Juru bicara Taman Marga Satwa Ragunan Ketut Widarsana, mengatakan, korban tewas saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu. Kata Ketut, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala.

"Kami sudah berusaha mem­berikan pertolongan pertama," kata Ketut.

Dia menjelaskan, batang pohon patah dan jatuh dari ketinggian30 meter sekitar jam tiga sore. Lokasi pohon, kata dia, berada di dekat kandang harimau. Batang pohon terse­but jatuh menimpa lima orang. "Empat orang selamat, menga­lami luka-luka," terangnya.

Menurut dia, saat kejadiankondisi cuaca tidak hujan. Bahkan, angin kencang pun tidak terjadi di kawasan Ragunan. Tapi, tiba-tiba batang pohon itu terjatuh. Batang pohon yang menimpa korban, lanjut Ketut, tidak terlalu besar.

"Namun, karena jatuh dari arah yang cukup tinggi, maka kecepatan jatuhnya bertambah besar," jelasnya.

Akibat kejadian itu, TMR bakal mengevaluasi pohon tua di kawasan itu. Kata Ketut, pihaknya menindaklanjuti dan mengevaluasi mana pohon yang layak ditebang atau dipangkas saja. Petugas perawat tanaman di Ragunan, kata dia, bakal diminta lebih selektif dalam mengawasi tumbuhan yang ada di dalam kawasan wisata. Sebagian pohon yang berada di dalam Ragunan berkategori jumbo dengan ketinggianlebih dari 20 meter.

Menurut Ketut, setiap hari petugas perawat tanaman telah melakukan perawatan dengan cara memangkas pohon yang di­anggap terlalu lebat dan memo­tong pohon yang telah keropos dan rawan patah. Bahkan, kata dia, kawasan wisata seluas 147 hektare ini telah mempunyai dua mobil crane untuk memotong batang pohon yang tinggi.

Yang terlihat membahayakan, tambahnya, pasti akan dipotong. Sebab kejadian batang pohon jatuh juga pernah terjadi sebel­umnya. "Dan menimpa pengun­jung juga," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan pihaknya se­dang melakukan evaluasi terkait insiden di TMR. Untuk mengan­tisipasi kejadian berulang, Dinas Kehutanan akan membuat zo­nasi tanaman. Terlebih di dalam Taman Margasatwa Ragunan sudah banyak pohon yang berusia tua dan besar-besar.

Menurut Suzi, nantinya akan ada konservasi khusus tanaman yang tinggi. "Kita kan harus punya balance antara lingkunganhidup, kenyamanan dan ekologi," ujar Suzi.

Saat ini, kata Suzi, Dinas Kehutanan DKI sedang menyusunstandar aturan penanaman po­hon. Jadi, nanti akan diatur, bagaimana ketinggian maksimal pohon di dalam kota.

"Harus diatur. Jadi harus di­pangkas dengan ketinggian misalnya 20 meter," ujarnya.

Dia pun tak menyangka adan­ya musibah sampai menghilang­kan nyawa seorang pengunjung yang sedang berlibur. Katanya, itu terjadi di luar prediksi.

"Rantingnya kecil, jadi kita pun nggak nyangka kalau rantingkecil itu bisa mematikan," ungkapnya.

Padahal Suzi mengaku pihaknya telah melakukan pemang­kasan dan penyanggahan pada semua pohon di Ragunan sejak awal tahun 2019 ini.

"Padahal kita sebelumnya dan dari tim Margasatwa su­dah melakukan penopingan," katanya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja

Sabtu, 21 September 2019
Video

Golkar Perlu Proyeksikan Politik Urban di 2024

Minggu, 22 September 2019
Video

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Minggu, 22 September 2019