Salah satunya datang dari aktivis nasional sekaligus Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama.
“Beda dengan tahun lalu, aksi Agustus tahun ini pengamanan berjalannya aksi perlu diapresiasi, lebih humanis,” ucap Sandri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Lanjut dia, sebanyak 18.504 personel gabungan polisi dan TNI yang dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa telah berjalan aman dan damai.
“Aparat sudah tidak represif dan agresif ke pendemo harus diberi apresiasi penuh,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat harus juga berterima kasih kepada aparat sudah bekerja keras di lapangan bersama Kapolri, Kapolda, Kepala BIN, dan seluruh jajarannya.
“Mereka telah berhasil memetakan situasi di lapangan sehingga pengamanan aksi bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Dalam pantauan
RMOL di lapangan, personel Polri dan TNI terlihat mengamankan aksi sejak pagi hari.
Termasuk dalam memadamkan kobaran api di sejumlah titik, di antaranya di gerbang DPR dan pos polisi di bawah flyover Slipi.
Diketahui, kobaran api diduga disebabkan oleh para demonstran yang berunjuk rasa di depan gerbang DPR sejak pagi hingga petang yang masih berlangsung.
Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, siswa, hingga pengemudi ojek online (ojol) menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.
BERITA TERKAIT: