RI Butuh Investasi Rp13 Ribu Triliun Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Rabu, 07 Oktober 2026, 20:01 WIB
RI Butuh Investasi Rp13 Ribu Triliun Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah membutuhkan investasi lebih dari Rp13 ribu triliun dalam lima tahun ke depan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan target investasi tersebut diberikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

"Ke depan target investasi dalam rangka kita memenuhi pertumbuhan 8 persen itu adalah Rp13 ribu triliun lebih dalam lima tahun ke depan. Itu adalah target yang diberikan oleh Bappenas kepada kami dalam rangka kita bisa mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2029," kata Rosan dalam Investor Daily Summit, Rabu, 7 Oktober 2026.

Besarnya kebutuhan investasi itu menjadi tantangan tersendiri di tengah perubahan kondisi geopolitik dan geoekonomi global.

Meski demikian, Rosan menyebut tren investasi di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

"Selama 10 tahun terakhir total investasi yang masuk ke Indonesia dari tahun 2014 sampai 2024 kurang lebih nilainya Rp9.100 triliun," ujar Rosan.

Lebih rinci, Rosan mengatakan realisasi investasi pada 2024 tercatat sekitar Rp1.714 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp1.931 triliun pada 2025.

Sementara pada semester I-2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi tersebut juga telah menyerap 1.448.862 tenaga kerja langsung, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Rosan, peningkatan investasi tersebut turut memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mencatat, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran 28-29 persen, kini telah mendekati 38-39 persen.

"Kalau kita lihat, kalau tahun-tahun sebelumnya kontribusi dari investasi itu rata-rata di 28 persen dan juga 29 persen, terbesar masih dari domestic consumption, tetapi sekarang kontribusi dari investasi ini sudah mendekati di 38 persen sampai 39 persen," jelasnya.

Untuk diketahui, pemerintah mematok target investasi sepanjang 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Dengan realisasi Rp1.010,6 triliun pada semester I, capaian investasi tersebut telah mencapai sekitar 49,5 persen dari target tahun ini.rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA