Pertemuan digelar di kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 24 April 2026, di tengah memanasnya dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah.
“Saya akan menyampaikan satu hal esensial yang mungkin perlu diketahui oleh para sesepuh TNI, tentunya ini sangat berhubungan dengan strategis pertahanan,” ujar Sjafrie.
Menurutnya, strategi pertahanan negara tidak bisa dilepaskan dari prinsip tata kelola negara, termasuk aspek konstitusi dan kepentingan nasional.
“Strategi pertahanan negara ini juga tidak lepas daripada prinsip tata kelola negara, yaitu yang berkaitan dengan konstitusi dan juga berkaitan dengan kepentingan nasional,” tegasnya.
Selain itu, dibahas pula permohonan izin lintas udara yang diajukan AS untuk melintas di wilayah udara Indonesia.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Rico Ricardo Sirait mengatakan, masukan dari para purnawirawan menjadi pertimbangan penting pemerintah.
“Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisis yang sangat baik,” ujarnya.
Menurut Rico, berbagai pandangan tersebut akan menjadi bahan pembahasan lanjutan bersama DPR, khususnya Komisi I DPR, serta kementerian dan lembaga terkait.
“Sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut,” jelasnya.
Sejumlah tokoh purnawirawan yang hadir di antaranya Wiranto, Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa, Dudung Abdurachman, Agum Gumelar, hingga Yudo Margono dan Djoko Suyanto.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyerap pandangan para senior TNI dalam merespons tantangan pertahanan di tengah situasi global yang kian dinamis.
BERITA TERKAIT: