Kesiapan itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada anak berusia 12 hingga 17 tahun di SMAN 20 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (1/7).
â€Kami di DKI siap untuk melaksanakan (PPKM Darurat)," ungkapnya seperti diberitakan
Kantor Berita RMOL Jakarta.
Selain siap melaksanakan PPKM Darurat, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polda Metro Jaya maupun Kodam Jaya.
"Jadi begitu diumumkan nanti kami akan laksanakan," tutup Anies.
Sebanyak empat bentuk dukungan dari Pemerintah Pusat telah diminta Anies Baswedan dalam rapat koordinasi PPKM Darurat yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Pada poin pertama, Anies meminta pengetatan mobilitas penduduk intra dan antar wilayah yang secara substansial dan signifikan dapat menghentikan lonjakan kasus baru dan menurunkan kasus aktif.
Pengetatan ini, pinta Anies, dilakukan dengan siklus dua mingguan seperti anjuran para ahli epidemiologi.
Selanjutnya Anies meminta pemerintah pusat memberi tambahan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, seperti pemberdayaan mahasiswa hingga dosen.
"Tracer profesional lapangan butuh tambahan 2.156 (untuk mencapai 15-30 per 100.000 penduduk) serta tenaga vaksinator tambahan sejumlah 5.139 orang. (Nakes: 2.050 orang dan Non nakes: 3.089 orang)," begitu bunyi permintaan ketiga yang dikutip redaksi.
Selanjutnya kebutuhan regulasi untuk mendukung rapid antigen positif bergejala sedang dan kritis dapat ditangani di RS dan diklaim pembiayaannya.
"Komunikasi publik secara lebih intensif terkait keamanan, efektivitas dan kehalalan vaksin," demikian dokumen tersebut.
BERITA TERKAIT: