Investor tampaknya memilih fokus pada prospek sektor-sektor tertentu setelah langkah ECB yang telah sesuai dengan ekspektasi pasar.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,54 persen atau 3,36 poin ke level 621,53. Sementara itu, indeks DAX Jerman menguat tipis 0,06 persen menjadi 24.209,71.
Penguatan juga terjadi di sejumlah bursa utama kawasan. FTSE MIB Italia melonjak 0,9 persen dan CAC 40 Prancis naik 0,5 persen, sedangkan FTSE 100 London bertambah 0,4 persen, memperpanjang kenaikan dari sesi sebelumnya.
Sentimen pasar relatif stabil meski Presiden AS Donald Trump kembali mengancam serangan tambahan terhadap Iran dan membuka kemungkinan penargetan infrastruktur energi negara tersebut. Di sisi lain, ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin serta merevisi proyeksi inflasi lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi lebih rendah. Namun, langkah tersebut sudah diperkirakan sebelumnya sehingga tidak banyak mengguncang pasar.
Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan setelah saham-saham semikonduktor global bangkit dari pelemahan sebelumnya. STMicroelectronics melonjak sekitar 5,8 persen di Prancis dan 5,7 persen di Italia, memberikan dorongan signifikan bagi indeks regional.
Saham energi juga menguat seiring berlanjutnya ketidakpastian pasokan minyak global. TotalEnergies naik 1,1 persen di Prancis, sementara Eni menguat 1,1 persen di Italia.
Di London, penguatan FTSE 100 ditopang saham perbankan dan pertambangan. HSBC naik lebih dari 2 persen, Standard Chartered melonjak hampir 3,6 persen, sementara Barclays dan Lloyds Banking turut menguat. Dari sektor tambang, Rio Tinto, Glencore, Anglo American, Antofagasta, dan Fresnillo semuanya ditutup di zona hijau.
Saham-saham pertahanan juga mencatat kinerja positif. Leonardo di Italia naik 2,7 persen, sedangkan Safran dan Thales di Prancis masing-masing menguat 1,2 persen dan 1,6 persen.
Secara keseluruhan, pasar ekuitas Eropa menunjukkan ketahanan di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Dukungan dari sektor teknologi, energi, keuangan, dan pertahanan berhasil mengimbangi kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi dan inflasi kawasan.
BERITA TERKAIT: