Tidak tanggung-tanggung, Bahlil diprediksi akan tandem dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu sebagaimana diulas oleh Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan pada Rabu, 10 Juni 2026.
Menanggapi wacana itu, Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey berpandangan duet Bahlil-Gibran atau Gibran-Bahlil sulit terjadi mengingat basis massa yang dimilikinya.
“Kalau Bahlil capres, Mas Gibran cawapres, atau sebaliknya, itu hanya bayangan ilusi saja. Alasannya Bahlil tidak punya basis real untuk hitungannya di Pilpres,” kata Kelrey kepada
RMOL di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menilai dalam pilpres, pemilih terbesar tetap berada di Pulau Jawa. Kelrey menganggap dukungan Bahlil di Pulau Jawa sangat lemah sehingga tidak mungkin mengangkat suara, walaupun itu berpasangan dengan Gibran.
Kelrey menyarankan jika Gibran ingin maju Pilpres sebaiknya mengambil pasangan yang berasal dari Pulau Sumatera.
“Ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan Mas Gibran. Kalau ada isu hari ini (Gibran) bersama Bahlil, saya pikir dikubur saja lah, karena itu hanya mimpi,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: