Atas alasan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berupaya agar tema sentral Pilkada Serentak 2020 dapat mengangkat masalah-masalah riil, yakni bagaimana kepala daerah dapat mengendalikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya.
Tema ini sangat berguna karena membantu masyarakat memilih kepala daerah yang tepat karena visi dan misi yang dipaparkan akan sejalan dengan masalah yang dihadapi saat terpilih nanti. Sebab, tanpa penanganan Covid-19, maka dapat diyakini program yang lain tidak akan berjalan dengan baik.
“Sebagian besar masa jabatan bapak-ibu (calon kepala daerah) akan berhadapan dengan masalah ini,†tegasnya saat memberikan sambutan pada Kegiatan Webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas Series 5 (Provinsi Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur) dengan tema “Mewujudkan Pimpinan Daerah Berkualitas Melalui Pilkada Serentak yang Jujur Berintegritas†di Radisson Golf and Convention Center, Batam, Selasa (10/11).
“Bagaimana berhadapan dengan masalah kesehatan, mencegah penularan Covid-19. Bagaimana menghadapi ekonomi yang stagnan di daerah masing-masing karena ada pembatasan,†sambung Tito seperti dikutip dari laman
Setkab, Rabu (11/11).
Tito mengajak seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk saling mengingatkan satu dengan yang lain agar menggunakan hak pilihnya.
“Mulai saat ini kita juga harus mulai mengajak meyakinkan masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya tanggal 9 Desember. Kenapa? Jangan sampai salah pilih, kalau salah pilih menyesalnya 4-5 tahun. Gunakan hak pilih kalian,†pungkas Mendagri Tito Karnavian.
BERITA TERKAIT: