Forum Ekonomi RMOL
Forum Ekonomi Politik RMOL Mobile

Loyal ke Presiden, Bahlil: Kita Ini Orang Timur, Setia!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Sabtu, 07 November 2026, 20:51 WIB
Loyal ke Presiden, Bahlil: Kita Ini Orang Timur, Setia!
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Tudingan keterlibatan dalam penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto, dibantah keras Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengaku justru menjadi korban penyadapan. 

Ia pun menegaskan bahwa pihaknya sangat loyal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Terlebih, kata Bahlil, kesetiaan kepada pimpinan merupakan karakter yang melekat pada dirinya sebagai orang Indonesia Timur.

"Saya ingin menyampaikan bahwa salah satu ciri karakter kita orang timur dalam bekerja, itu persoalan kepercayaan itu adalah loyalitas. Kesetiaan. Kita ini rata-rata kita punya nenek moyang ini kan semua orang-orang setia. Orang-orang yang enggak perlu diuji nyalinya. Taat," tegas Bahlil dalam acara pelantikan DPD Partai Golkar Maluku, Sabtu, 7 November 2026.

Menurut Bahlil, loyalitas harus diwujudkan melalui ketaatan dan totalitas dalam menjalankan tanggung jawab. Ia juga menegaskan tidak mengenal prinsip pengkhianatan.

"Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas. Dan itu adalah ciri kita orang timur, bukan ciri pengkhianat," tegasnya.

Menteri ESDM ini juga menyinggung adanya pihak-pihak yang berupaya membangun politik adu domba atau divide et impera. Ia mengaku memahami pola tersebut dan mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menghasut anak bangsa.

Bahlil kemudian mengisahkan latar belakang keluarganya yang berasal dari negeri para raja-raja di kawasan timur Indonesia. Menurutnya, nilai kesetiaan telah menjadi prinsip yang diwariskan leluhurnya.

"Dan saya dilahirkan dari negeri para raja-raja, tidak pernah diajarkan untuk menjadi orang yang tidak setia dan atau pengkhianat, enggak ada itu. Enggak ada itu," ujarnya.

Bahlil juga mengibaratkan perjuangan seperti perjalanan seorang pelaut yang harus siap menghadapi badai dan ombak. Ia menegaskan tidak akan mundur dari pertarungan.

"Dan kita mempunyai falsafah pelaut ini, sekali layar berkembang, pantang surut untuk kembali,” katanya.

"Saya punya prinsip mati di medan perang jauh lebih berharga dan bermartabat daripada menjadi pengkhianat atau kembali dalam pertarungan. Enggak ada itu," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA