Apalagi prajurit yang dikerahkan tidak lagi menggunakan pakaian dinas harian, melainkan pakaian dinas lapangan (PDL).
"Sekarang sudah menggunakan pakaian dinas lapangan. Mereka siap tempur menghadapi situasi seperti itu,” kata Selamat Ginting di Podcast
Forum Keadilan Madilog, Kamis 5 November 2026.
Bahkan, Ginting memperkirakan sekitar 100.000 personel TNI akan dikerahkan untuk menjaga keamanan ibu kota negara.
“Saya perkirakan sekitar 100.000 personel TNI akan menjaga ibu kota negara ini,” kata Ginting.
Pernyataan tersebut mengundang pertanyaan mengenai tingkat ancaman keamanan yang menjadi pertimbangan di balik penebalan kekuatan militer tersebut.
Menurut Ginting, situasi politik dan keamanan tidak bisa dilepaskan dari dugaan adanya ancaman terhadap Presiden Prabowo Subianto maupun Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Ginting menyinggung kemungkinan terjadinya serangan balik terhadap Suyudi dan menilai posisi jenderal tersebut berpotensi mendapatkan ancaman serius.
“Kalau terjadi serangan balik terhadap Jenderal Suyudi, sebesar apa kira-kira ancaman yang akan didapatkan? Posisi Suyudi akan di-backup oleh teknik. Artinya bukan hanya Prabowo yang diincar, tapi juga Suyudinya,” kata Ginting.
BERITA TERKAIT: