Sebab, keberadaan ojek online yang saat ini menjamur hampir di seluruh wilayah bukanlah tujuan awal pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam sektor transportasi di tanah air.
"Aneh, kok yang dibantu malah transportasi ojek online saja. Walaupun membuka lapangan kerja informal, tetapi justru ojek online bukanlah cita-cita besar Kang Mas Joko Widodo dalam membangun moda transportasi nasional," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono kepada redaksi, Kamis (16/4).
Tak hanya itu, selama ini ojol di bawah naungan perusahaan
startup juga tidak banyak memberikan dampak bagi kemajuan skill SDM di Indonesia. Startup bernilai di atas 10 miliar dolar As tersebut juga tak banyak menguntungkan pengemudi ojol.
"SDM di ojol itu hanya diperas tenaganya dan yang untung gede perusahaan
startup unicorn (kini
decacorn) tersebut. Karena pengemudi ojek online tak lain hanya sebagian pengusaha transportasi informal yang hanya untuk mencari nafkah karena tidak adanya lapangan kerja yang mencukupi selama ini," sambungnya.
Oleh karenanya, kebijakan
cashback yang diberikan Pertamina hanya kepada pengemudi ojol diduga memiliki maksud terselubung.
"Terlihat kebijakan Pertamina memberikan cashback ke ojol hanya untuk menyenangkan presiden saja, carmuk tapi salah sasaran," tandas Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini.
BERITA TERKAIT: