KADIN: Omnibus Law Baik Untuk Hadapi Corona, Soal Demo Itu Wajar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Sabtu, 14 Maret 2020, 02:36 WIB
KADIN: Omnibus Law Baik Untuk Hadapi Corona, Soal Demo Itu Wajar
Ketua KADIN, Rosan P Roeslani/Net
rmol news logo Di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat wabah virus corona baru atau Covid-19, pengesahan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja diharapkan bisa jadi solusi bagi investor untuk berinvestasi.

"Harapannya, omnibus law menjadi salah satu berita yang baik," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Rosan P Roeslani dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini diprediksi oleh Moody’s Investors Service sebesar 4,8%. Hal ini didasarkan pada keberadaan virus corona yang berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi secara global.

Pun demikian dengan negara-negara G20, di mana prediksi pertumbuhan ekonominya masing-masing hanya 2,1%, turun 0,3% dari angka perkiraan sebelumnya.

Dalam laporan Moody's, risiko resesi global semakin meningkat. Semakin lama wabah corona terjadi, kegiatan ekonomi semakin terpengaruh, terganggunya permintaan dan mengarah ke resesi. Untuk itu, Rosan menilai omnibus law dapat menjadi solusi.

"Omnibus law ditunggu investor lokal dan asing di tengah ketidakpastian corona," sambung Rosan.

Disinggung mengenai penolakan berbagai pihak seperti buruh terhadap keberadaan omnibus law, Rosan menilai hal tersebut menjadi hak buruh menyampaikan pendapatnya.

Yang penting, kata Rosan, ada komunikasi yang bagus untuk mencari solusinya. Demonstrasi juga dinilai wajar menggelar aksi jika memang pemikirannya tidak sejalan.

"Menurut saya itu wajar," tandasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA