"Harapannya, omnibus law menjadi salah satu berita yang baik," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Rosan P Roeslani dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini diprediksi oleh Moody’s Investors Service sebesar 4,8%. Hal ini didasarkan pada keberadaan virus corona yang berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi secara global.
Pun demikian dengan negara-negara G20, di mana prediksi pertumbuhan ekonominya masing-masing hanya 2,1%, turun 0,3% dari angka perkiraan sebelumnya.
Dalam laporan Moody's, risiko resesi global semakin meningkat. Semakin lama wabah corona terjadi, kegiatan ekonomi semakin terpengaruh, terganggunya permintaan dan mengarah ke resesi. Untuk itu, Rosan menilai omnibus law dapat menjadi solusi.
"Omnibus law ditunggu investor lokal dan asing di tengah ketidakpastian corona," sambung Rosan.
Disinggung mengenai penolakan berbagai pihak seperti buruh terhadap keberadaan omnibus law, Rosan menilai hal tersebut menjadi hak buruh menyampaikan pendapatnya.
Yang penting, kata Rosan, ada komunikasi yang bagus untuk mencari solusinya. Demonstrasi juga dinilai wajar menggelar aksi jika memang pemikirannya tidak sejalan.
"Menurut saya itu wajar," tandasnya.
BERITA TERKAIT: