Kunjungan itu sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama, komunikasi, dan kolaborasi strategis antara kedua lembaga kajian maritim.
“Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan sinergi pengembangan pemikiran strategis, kajian kemaritiman, serta pertukaran pengetahuan di bidang pertahanan laut,” kata Laksma Salim.
Lanjut dia, sebagai institusi think tank angkatan laut masing-masing negara, SPC-A dan Pusjianmar memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan doktrin, strategi, kebijakan, serta kajian kemaritiman dan pertahanan laut bagi Royal Australian Navy (RAN) dan TNI AL.
“Itu guna menghadapi dinamika lingkungan strategis maritim yang terus berkembang,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan dan keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin, khususnya melalui publikasi bersama Nusantara Maritime sebagai wadah pertukaran gagasan, diseminasi pengetahuan, dan pengembangan pemikiran strategis di bidang kemaritiman.
Selain itu, kedua lembaga juga mendiskusikan rencana penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang akan melibatkan para peneliti, akademisi, dan pakar maritim dari kedua institusi guna mengkaji serta merumuskan berbagai isu strategis kemaritiman yang berkembang di tingkat regional maupun global.
“Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan pemahaman bersama, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berkontribusi terhadap pengembangan strategi maritim dan kerja sama pertahanan laut kedua negara,” pungkas Laksma Salim.
Head of SPC-A didampingi oleh CMDR Michael James Ryan dan Prof. Christopher Rahman dari ANCORS University of Wollongong, sedangkan dari Pusjianmar turut hadir Wakapusjianmar dan para Direktur Pusjianmar. Pertemuan juga dihadiri oleh Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, serta mencerminkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kolaborasi di bidang penelitian, pengkajian, dan pengembangan wawasan kemaritiman guna mendukung stabilitas dan keamanan maritim kawasan.
BERITA TERKAIT: