Tiga Alasan Said Didu Tolak Ide Sri Mulyani Bailout Jiwasraya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 02 Maret 2020, 15:46 WIB
Tiga Alasan Said Didu Tolak Ide Sri Mulyani Bailout Jiwasraya
Said Didu/Net
rmol news logo Ide Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membuka peluang untuk memberi dana talangan atau bailout pada PT Asuransi Jiwasraya menuai penolakan dari eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu.

Dia menolak lantaran kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 15 triliun yang muncul dari Jiwasraya terjadi karena adanya perampokan. Said Didu tidak ingin kerugian besar itu ditutup dengan menggunakan uang negara.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa mantan staf khusus Menteri ESDM itu menolak ide menteri berpredikat terbaik dunia tersebut.

“Saya menolak ide bailout Jiwasraya karena, pertama perampok dan penikmat hasil rampokan selamat,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Senin (2/3).

Selain itu, dia juga menolak lantaran ada fenomena yang harus dibongkar. Fenomena itu adalah perampokan jelang pilpres.

“Ini perampokan ketiga tiap mau pilpres, 2003 Bank CIC Rp 2,3 T, 2009 Bank Century Rp 6,7 T, dan 2019 Jiwasraya sekitar Rp 15 T,” pungkasnya.

Sementara alasan ketiga karena dana APBN sangat berat. Terutama untuk bayar utang negara yang menggunung. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA