Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Demiz, sapaan akrabnya, mengaku dicecar dengan 31 pertanyaan.
"Saya nggak hafal, seluruhnya ada 31 pertanyaan," ujar Deddy di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/12).
Secara garis besar, pertanyaan itu berkutat pada prosedur perizinan Meikarta dan rapat-rapat di pemerintah daerah Jawa Barat, maupun di DPRD Jabar.
"Seputar Meikarta, rapat-rapat dengan DPRD, rekomendasi dan semuanya," jelas mantan calon gubernur Jabar itu.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari unsur pejabat di Pemkab Bekasi dab pihak swasta.
Di antaranya, Bupati Neneng Hasanah, Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Sahat ‎MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.
Adapun dari pihak swasta adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen.
[ian]
BERITA TERKAIT: