Eva: Prinsip Non-Intervensi ASEAN Harus Dicabut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 11 September 2017, 16:49 WIB
Eva: Prinsip Non-Intervensi ASEAN Harus Dicabut
Eva Sundari
rmol news logo Indonesia tidak dapat sembarangan masuk ke dalam kasus kemanusiaan Rohingya di Myanmar. Sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia mesti menghormati kedaulatan Myanmar sesuai prinsip non-intervensi yang dianut ASEAN.

Namun, bagi politikus PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, prinsip non-intervensi yang selama ini menjadi pedoman itu sungguh tidak masuk akal.

Dalam diskusi Peduli Kemanusiaan Rohingya di Media Center DPR, Jakarta, Eva menyebut permasalahan di negara bagian Rakhine, Myanmar tersebut berdampak pada semua negara ASEAN, terutama Indonesia dan Malaysia.

Kata dia, prinsip non-intervensi membuat ASEAN seolah cuma fokus pada isu ekonomi. Tetapi, sektor ekonomi ASEAN tidak akan maju jika isu kemanusiaan masih terganggu.

"Saya meminta asas non-intervensi ini dicabut karena menghalangi penyelesaian di sana (Myanmar)," jelas Eva, Senin (11/9).

Ia juga mengkritik hasil pertemuan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dengan Pemerintah dan Panglima Militer Myanmar. Kunjungan Menlu ke Myanmar terkesan sebagai diplomasi ala kadarnya.

"Harus ada output yang nyata, bukan hanya tahu what's going on di sana," harap Eva. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA