Menurutnya, hal tersebut hanya sebatas human error. Ryamizard juga meminta semua pihak tetap tenang dan menjaga hubungan baik dengan Malaysia.
"Jangan dibesar-besarkan, sudah minta maaf dengan presiden, yasudah. Kita harus bersabar, jangan cari-cari musuh. Pasti dia nggak sengaja," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).
Mantan Kepala Staf TNI AD itu menjelaskan prilaku antar negara tetangga diistilahkan dengan kehidupan rumah tanggan di dalam sebuah perumahan. Setiap rumah tangga pastinya berbaik hati dengan para tengangga. Jika salah satu rumah tangga mengalami kesulitan, tetangga jugalah yang menjadi pihak pertama dalam membantu.
Hal tersebut berlaku sama, menurutnya, Malaysia dipastikan bakal membantu dan menjaga Indonesia, jika Indonesia berlaku baik pada Malaysia.
"Kita harus banyak kawan. Soft power, kekuatan kita itu adalah baik-baik dengan tetangga. Dengan begitu enggak ada kekhawatiran. Tapi kalau enggak baik, kita pergi habis semua barang-barang itu. Kira-kira begitu," demikian Ryamizard.
[san]
BERITA TERKAIT: