Pertemuan itu membahas perkembangan penanganan aset pertahanan di wilayah operasional TNI AU.
Di antaranya meliputi percepatan penertiban administrasi pertanahan, sertifikasi, pengamanan aset negara, serta sinkronisasi langkah antarinstansi dalam menghadapi dinamika hukum dan sosial di lapangan.
Wamenhan Donny menegaskan pengelolaan aset pertahanan harus dilaksanakan secara cermat, profesional, dan tetap memperhatikan stabilitas sosial masyarakat.
“Kemhan bersama ATR/BPN dan TNI AU akan memperkuat koordinasi, mempercepat sertifikasi dan pengamanan aset, serta memastikan penataan aset berjalan tertib guna mendukung kepastian hukum, kepentingan pertahanan negara, dan pembangunan nasional secara berkelanjutan,” pungkas Donny.
Sebelumnya sempat menjadi polemik adanya lahan TNI AU di Lanud Pangeran M Bun Yamin, Tulang Bawang Barat turut dikelola oleh PT. Sweet Indo Lampung dan menuai penolakan dari masyarakat setempat.
BERITA TERKAIT: