Sjafrie dan Sheikh Saoud menandatangani nota kesepahaman atau MoU dalam bidang pertahanan.
"Hari ini akan ditandatangani MoU sebagai jembatan atas menuju ke Defence Cooperation Agreement dan juga akan dilaksanakan satu MoU antara industri pertahanan di Indonesia dan industri pertahanan Qatar," kata Sjafrie.
Di kesempatan lain, Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bila pertemuan juga membahas penguatan kerja sama pertahanan bilateral termasuk
peningkatan mekanisme kerja sama pendidikan dan latihan militer.
"Pertukaran kunjungan juga dibahas, baik itu untuk pejabat maupun personel. Kemudian dibahas tentang forum dialog pertahanan serta peluang kolaborasi industri pertahanan," kata Rico.
Rico menjelaskan salah satu agenda penting dalam kunjungan, yakni penandatanganan dokumen kerja sama yaitu Statement of Intent kerja sama pertahanan antara Republik Indonesia dan Qatar, antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Negara
Urusan Pertahanan Qatar, sebagai tindak lanjut dari Letter of Intent yang sudah
ditandatangani pada waktu tahun 2021.
"Kemudian juga ada penandatanganan MoU kerja sama industri pertahanan antara
Barzan Holding Qatar dengan industri pertahanan Kemhan melalui Kabaloghan," kata Rico.
Rico pun berharap momentum ini akan menjadikan kerja sama pertahanan Indonesia dan Qatar ke tingkat yang lebih maju, lebih konkret, dan memberikan manfaat bagi kepentingan kedua negara.
Sebagaimana diketahui, sebelum bertemu Menhan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terlebih dahulu menerima kunjungan Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan pada Senin, 1 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.
BERITA TERKAIT: