“Jujur saja, kami di Komisi I merasa tertutup untuk diskusi. Menhan hampir tidak pernah datang, Menteri Luar Negeri juga tidak. Kalaupun Menhan datang, biasanya diwakilkan,” ungkap Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin dalam seminar peringatan Konferensi Asia-Afrika di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.
Legislator PDIP itu menilai kondisi tersebut membuat pembahasan isu-isu strategis, khususnya di bidang pertahanan dan politik luar negeri, menjadi kurang optimal.
TB Hasanuddin mengaku ingin berdiskusi langsung dengan para menteri terkait guna menguji pengalaman serta implementasi kebijakan di lapangan.
“Menurut saya itu kurang mantap. Saya ingin berbicara langsung, head-to-head dengan mereka untuk menguji pengalaman dan aplikasi di lapangan demi kebaikan negara. Tapi kalau kesempatannya tidak ada, ya sudah, wassalam,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, TB Hasanuddin juga menyinggung sikap pemerintah dalam menentukan arah politik luar negeri di tengah dinamika global.
Ia menilai pemerintah harus lebih cermat memanfaatkan situasi konflik antarnegara tanpa terlihat memihak salah satu pihak.
“Kita jangan berkesan pro ke salah satu negara, tetapi justru memanfaatkan situasi perselisihan mereka, baik memanfaatkan Iran maupun Amerika,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: