Hanafi Rais: Indonesia juga Bisa Tunda Credentials Dubes Brazil

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 24 Februari 2015, 10:17 WIB
Hanafi Rais: Indonesia juga Bisa Tunda <i>Credentials</i> Dubes Brazil
hanafi rais/net
rmol news logo Indonesia punya kepentingan nasional yang harus dijaga dalam pergaulan internasional. Namun, memerangi narkoba dan menegakkan hukum nasional adalah bagian dari kedaulatan bangsa ini.

Begitu kata Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menanggapi putusan eksekusi mati terhadap pengedar narkoba internasional, saat dihubungi (Selasa, 24/2).

"Itulah kepentingan nasional kita. Semua negara adalah kawan kecuali sudah melanggar kedaulatan kita, maka kita harus bersikap tegas," ujarnya.

Hanafi menjelaskan, dalam eksekusi bandar narkoba, pemerintah Indonesia tidak sedang menyakiti negara manapun. Indonesia semata ingin menyelamatkan generasi yang bisa rusak karena narkoba.

"Brazil sebagai salah satu negara korban industri narkoba terbesar dunia pasti memahami hal ini. Sikap tegas indonesia (tarik dubes) terhadap Brazil sudah cukup fair. Itu adalah bentuk protes minimum," lanjut putra pendiri PAN Amien Rais tersebut.

Menurut Hanafi, apa yang dilakukan Presiden Dilma Rousseff telah melecehkan Indonesia dan hukum internasional yang termaktub dalam Konvensi Vienna mengenai hubungan diplomatik.

"Jadi untuk sementara ini Indonesia juga bisa memberitahukan terlebih dahulu kepada Brazil untuk menunda penerimaan credentials dubes barunya tanpa harus mempermalukannya," tandas politisi PAN itu.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA