Aboe Bakar memberikan klarifikasi atas pernyataannya terkait dugaan keterlibatan oknum di Madura dalam jaringan narkoba yang menuai polemik di masyarakat.
Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul beredarnya potongan video pernyataan Aboe Bakar dalam rapat kerja bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), yang kemudian memicu kritik karena dinilai terlalu general dan menyentuh institusi keagamaan.
“Khususnya di kalangan ulama dan masyarakat Madura,” kata Aboe Bakar kepada wartawan di MKD DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam klarifikasinya, Aboe Bakar menyampaikan permohonan maaf kepada para ulama, kiai, serta masyarakat Madura yang merasa tersinggung.
“Saya menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk menghina atau mendiskreditkan ulama,” ujar Legislator PKS ini.
Aboe Bakar menjelaskan jika pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan terhadap ancaman peredaran narkotika yang dinilai semakin meluas dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.
"Sebagai bentuk tanggung jawab, saya telah melakukan komunikasi untuk melakukan safari silaturahmi ke sejumlah pihak dengan didampingi tokoh masyarakat," kata Aboe Bakar.
BERITA TERKAIT: