Berdiri di hadapan awak KRI dr. Soeharso dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378, Wakil KSAL menyampaikan rasa bangganya atas peran vital TNI AL di tengah situasi bencana alam.
Ia melihat betapa kehadiran rumah sakit terapung tersebut telah menjadi sandaran harapan bagi warga yang kesulitan mengakses layanan medis di darat akibat bencana.
"Saya tahu kalian lelah, jauh dari keluarga, dan bekerja di tengah kondisi yang tidak menentu. Tapi lihatlah senyum masyarakat yang terbantu oleh tangan-tangan kalian. Itulah arti sebenarnya dari pengabdian kita," ujar Laksdya Erwin dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 1 Januari 2026.
Tak hanya berbicara soal operasional, jebolan AAL 1991 ini juga mengingatkan para prajurit untuk tetap menjaga kesehatan dan solidaritas.
Baginya, secanggih apa pun alutsista yang dimiliki, nyawa dan semangat prajurit adalah aset yang paling berharga bagi negara.
Sebagai bentuk perhatian dari pemimpin TNI AL, dalam kesempatan ini Wakil KSAL menyerahkan cenderamata kepada para prajurit yang bertugas di lokasi terdampak bencana alam.
Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali selalu menekankan bahwa profesionalisme prajurit harus tumbuh beriringan dengan empati.
Menurutnya, kesigapan TNI AL dalam merespons bencana bukan hanya soal kecepatan mesin, tapi soal ketulusan hati para personelnya dalam menjaga dan melindungi rakyat.
Kunjungan hari itu menjadi pengingat sederhana: bahwa di balik gagahnya kapal perang dan seragam loreng, ada hati yang selalu siap bergerak demi kemanusiaan.
BERITA TERKAIT: