Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 11 Juni 2026, 13:48 WIB
Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta
Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia. (Foto: Istimewa)
rmol news logo TNI tidak terlibat dalam isu dugaan penculikan aktivis Papua Yasinta Moiwend atau Mama Sinta yang belakangan ramai diperbincangkan.

Begitu ditegaskan Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia. Dia memastikan informasi yang berkembang di publik tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Saya jamin itu bukan perbuatan TNI. Tidak ada penculikan seperti yang ramai diberitakan," kata Mayjen Frits dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Juni 2026.

Menurutnya, klarifikasi utama justru datang dari Mama Sinta sendiri sebagai pihak yang mengalami langsung kejadian tersebut. Ia menyebut, berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, tidak pernah ada pemaksaan ataupun tindakan penculikan.

"Yang mengalami itu Mama Sinta. Dan pengakuannya jelas, tidak ada penculikan. Ia dalam kondisi aman dan sehat," ujarnya.

Frits juga membantah berbagai spekulasi yang menyebut adanya keterlibatan aparat, termasuk penggunaan pesawat tertentu dalam proses pemindahan. Ia menilai narasi tersebut tidak berdasar dan perlu diluruskan.

“Isu dibawa dengan pesawat tertentu itu tidak benar. Itu spekulasi yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan dari jajaran TNI di lapangan terkait tindakan di luar prosedur terhadap warga sipil, termasuk dalam kasus Mama Sinta.

Frits pu mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi.

"Kita harus melihat fakta dari yang bersangkutan langsung, jangan sampai informasi yang tidak benar justru memperkeruh situasi,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA