Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa AH Maftuchan mengatakan, semestinya proÂdusen rumahan narkoba juga dijerat.
"Selama ini fokus di hilir yang menggunakan narkoba. Sementara drugs dealer-nya selamat. Produsennya tidak disentuh," ujar Maftuchan dalam diskusi di Jakarta kemarin.
Maftuchan mengatakan, bisnis narkoba tak hanya mencakup domestik, tetapi hingga jaringan internasional. Jika produsennya tidak dijerat, jaringan peredaran narkoba bisa tetap hidup, bahkan meluas.
Maftuchan menyebut Indonesia menjadi salah satu ladang basah untuk memproduksi dan mengedarkan narkoba. Lantaran itu, hubungan antarnegara untuk memerangi narkoba harus diperkuat.
"Jenis narkoba yang diproduksi di negara lain, masuk ke Indonesia. Untuk bisa ke Australia, pasti melewati kita," kata Maftuchan.
Maftuchan menduga, selain menjadi produsen dan pengÂguna, pelaku berpotensi besar melakukan pencucian uang dari hasil penjualan narkoba. Aparat diminta tegas mengemÂbangkan perkaranya ke ranah pencucian uang.
"Dengan menelusuri aliran uangnya, bisa menjerat yang lainnya, karena ini
organized crime," kata Maftuchan. ***
BERITA TERKAIT: