DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 09 Juni 2026, 02:09 WIB
DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Foto: Dokumentasi RMOL)
rmol news logo Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara menangkap seorang pria berinisial FS di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, karena kedapatan membawa vape yang mengandung narkotika jenis etomidate. 

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari sebuah tempat hiburan malam. Polisi mengamankan 27 cartridge vape berisi etomidate dengan berbagai varian rasa sebagai barang bukti. 

Setelah melakukan pengembangan, polisi juga turut meringkus tersangka lain dengan barang bukti ratusan cartridge narkoba.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah tempat hiburan malam yang memilih bekerja sama dengan aparat ketimbang membiarkan praktik penyalahgunaan narkoba terjadi di lokasi usahanya.

“Ini contoh yang benar dan harus ditiru oleh seluruh pelaku usaha hiburan malam. Kalau menemukan aktivitas mencurigakan atau barang ilegal, laporkan. Jangan tutup mata, apalagi membiarkan. Kalau ketahuan terjadi kesengajaan atau bahkan keterlibatan, 100 persen dipastikan lokasi tersebut akan disegel oleh polisi dan Pemprov terkait. Pidananya juga menanti bagi para owner usaha tersebut, seperti yang sudah-sudah,” ujar Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, peredaran cartridge vape narkoba kini menjadi ancaman serius karena mudah diproduksi dan diedarkan secara masif. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pelaku usaha agar tidak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di tempat usahanya.

“Negara saat ini sangat serius memberantas narkoba, khususnya cartridge vape narkotika yang peredarannya semakin masif dan semakin mudah diakses. Jadi semua pihak, baik pelaku usaha, masyarakat, maupun aparat, harus punya komitmen yang sama untuk memutus rantai peredarannya,” tandas Sahroni. rmol news logo article


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA