Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan Iran tidak akan mampu bertahan lebih lama di tengah tekanan AS.
Dia juga menuding Teheran berupaya memengaruhi hasil pemilu sela yang akan menentukan masa depan penguasaan Partai Republik di Kongres.
"Saya rasa perang akan berakhir segera setelah pemilihan karena mereka tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Mereka sangat ingin mencoba memengaruhi pemilihan," kata Trump, dikutip Kamis, 10 September 2026.
Pernyataan Trump disampaikan ketika konflik AS-Iran justru kembali memanas. Iran mengklaim menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz setelah AS menenggelamkan lima kapal tanker minyak Iran.
Eskalasi tersebut turut mendorong harga minyak mentah Brent menembus level 100 dolar AS per barel.
Di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir, Trump juga kembali mengancam akan menyerang Pickaxe Mountain, lokasi yang diperkuat dan memiliki dua kompleks terowongan bawah tanah di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang mengalami kerusakan parah.
"Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak bertindak gegabah karena kami akan membalas mereka dengan sangat keras," ujar Trump dalam pidatonya pada konvensi Partai Republik untuk pemilu sela.
Prediksi Trump berbanding terbalik dengan laporan bahwa sejumlah penasihat senior Gedung Putih, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, secara pribadi telah memperingatkan konflik dapat berlangsung hingga akhir masa jabatan Trump pada Januari 2029.
BERITA TERKAIT: