Mengutip laporan yang diterima redaksi Senin, 28 September 2026, pesan itu disampaikan Raja Maroko kepada Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Dalam pesannya, Mohammed VI menekankan pentingnya persatuan Maroko dan Saudi di tengah situasi yang dinilainya kritis.
Dia menyebut ikatan agama, sejarah, takdir bersama, serta hubungan persaudaraan kedua negara menjadi dasar untuk bersama-sama menjaga kedaulatan, keamanan, dan situs-situs suci umat Islam.
Raja Maroko juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan yang menyasar fasilitas sipil dan ekonomi, infrastruktur vital, kota, serta kawasan permukiman di Arab Saudi.
Atas nama dirinya dan rakyat Maroko, Mohammed VI mengecam tindakan tersebut serta menyatakan bahwa milisi Houthi beserta pihak yang mendukung, mendanai, dan mempersenjatai mereka harus bertanggung jawab.
Kecaman tersebut semakin keras karena serangan disebut turut mengarah pada Mekkah dan Madinah, dua kota suci yang memiliki kedudukan penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Dia juga menyerukan adanya sanksi internasional terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Mohammed VI menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas Arab Saudi serta negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan Maroko.
Dia juga menyatakan dukungan berkelanjutan Rabat kepada Riyadh dalam menghadapi ancaman yang dinilai dapat mengganggu stabilitas kawasan dan jalur pelayaran penting bagi perekonomian global.
BERITA TERKAIT: