Informasi itu dilaporkan
Channel 12 dan dikonfirmasi
Reuters melalui seorang pejabat senior Israel.
Menurut
Channel 12, Netanyahu berangkat menggunakan pesawat pribadi setelah tengah hari dan tiba di Abu Dhabi sekitar pukul 15.10 waktu setempat.
Dia kemudian berada di UEA selama sekitar empat jam sebelum kembali ke Israel. Kantor Perdana Menteri Israel maupun pihak UEA belum memberikan komentar resmi mengenai kunjungan tersebut.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah kontroversi mengenai dugaan peringatan MBZ kepada Netanyahu sekitar satu setengah pekan sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Laporan
Haaretz menyebut MBZ telah memperingatkan Netanyahu bahwa Hamas tengah merencanakan operasi besar terhadap Israel, namun informasi itu disebut tidak diteruskan kepada badan intelijen dan militer Israel.
Netanyahu telah membantah laporan tersebut dan mengancam mengambil langkah hukum terhadap
Haaretz.
Di tengah polemik itu, oposisi Israel juga menuding perdana menteri bertanggung jawab atas kegagalan keamanan yang terjadi sebelum serangan 7 Oktober.
Sementara itu, UEA tidak memberikan komentar langsung mengenai laporan peringatan tersebut. Abu Dhabi sebelumnya menyatakan bahwa Israel dan UEA mempertahankan jalur komunikasi yang terbuka sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 2020.
Kunjungan terbaru ini bukan kali pertama pertemuan Netanyahu dan MBZ menjadi sorotan. Pada Mei 2026, kantor Netanyahu menyatakan sang perdana menteri telah melakukan kunjungan rahasia ke UEA dan bertemu dengan MBZ.
Saat itu, UEA membantah kunjungan tersebut, meski sumber yang mengetahui pertemuan mengatakan keduanya bertemu di Al Ain pada 26 Maret.
Israel dan UEA menjalin hubungan diplomatik melalui Abraham Accords pada 2020. Hubungan tersebut semakin mendapat perhatian di tengah ketegangan kawasan, terutama setelah konflik dengan Iran, ketika UEA memperkuat hubungan dengan Israel dan Amerika Serikat.
BERITA TERKAIT: