Dia bahkan mengkategorikan aksi para pemukim tersebut sebagai terorisme.
“Jika ada penghuni liar yang datang dan memasang bendera mereka sendiri serta mengambil alih sesuatu yang bukan milik mereka, jika mereka membakar mobil, jika mereka membakar masjid, jika mereka masuk ke rumah seseorang dan merusaknya, melukis grafiti di dinding, itu adalah tindakan kriminal. Tetapi itu melampaui tindakan kriminal. Itu adalah tindakan teror,” kata Huckabee saat mengunjungi Desa Turmus Ayya, dikutip Minggu, 6 September 2026.
Huckabee sebelumnya juga menggunakan istilah teroris ketika merespons kerusuhan di Kota Qusra, Tepi Barat.
Beberapa hari kemudian, warga Desa Bazariya mengatakan pemukim Israel membakar sebuah masjid dan meninggalkan grafiti berbahasa Ibrani di dinding yang berbunyi “Salam dari para teroris, Huckabee”.
Menanggapi grafiti tersebut, Huckabee mengaku senang mereka mengakuinya.
"Saya rasa bukan itu yang mereka maksudkan, tetapi saya pikir mereka mewakili minoritas yang sangat kecil," ujarnya.
Dalam kunjungannya, Huckabee mengatakan banyak warga Amerika yang tinggal di Turmus Ayya dan wilayah sekitarnya tidak dapat menikmati kehidupan secara damai akibat aksi kekerasan.
“Saya sangat menyadari bahwa banyak warga Amerika yang tinggal di Turmus Ayya dan komunitas lain di seluruh wilayah ini tidak menikmati kehidupan yang layak mereka jalani, tidak menikmatinya dengan damai,” kata dia.
Huckabee menegaskan Kedutaan Besar AS tidak dapat menyelidiki aktivitas kriminal, tetapi dapat mendesak pemerintah Israel agar menangani kasus tersebut.
“Ada kebutuhan yang perlu dipenuhi, ada masalah yang tidak bisa diabaikan, dan kejahatan serta tindakan teror tertentu yang tidak bisa terus berlanjut tanpa negara tersebut melakukan investigasi dan pengadilan yang merupakan hak setiap orang,” tegasnya.
BERITA TERKAIT: