Dalam video yang dirilis Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York, terlihat delegasi Indonesia kompak berdiri dari tempat duduk dan meninggalkan ruang sidang bersama sejumlah delegasi negara lainnya.
Puluhan delegasi tampak berbondong-bondong keluar ruangan. Sejumlah peserta bahkan mencemooh dan mengejek, sementara tim Netanyahu berdiri dan bertepuk tangan.
Ketua sidang kemudian terdengar meminta para peserta menjaga ketertiban. Menanggapi aksi tersebut, Netanyahu justru menyindir delegasi yang meninggalkan ruangan.
"Jika ada pengecut moral lain yang belum meninggalkan aula ini, silakan pergi sekarang," kata Netanyahu.
Netanyahu juga melontarkan kritik terhadap Walikota New York Zohran Mamdani dengan menyebutnya "anti-Semit". Menurutnya sejak Mamdani terpilih sebagai walikota, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman.
Mamdani sempat menyatakan akan melaksanakan surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu, sebelum kemudian mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut.
Dalam pidatonya, Netanyahu turut menyerang Inggris dan Prancis yang semakin vokal mengkritik Israel, serta melontarkan kecaman terhadap Iran dan Turki.
Dia menyebut Iran sebagai diktator yang kejam dan menuduh Turki mendukung Hamas, kemudian menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai "tiran".
Netanyahu juga memperlihatkan sebuah alat pager yang diklaim berkaitan dengan operasi terhadap anggota Hizbullah sebelum mengakhiri kunjungannya di New York dan kembali ke Israel.
BERITA TERKAIT: