Berada di lahan sekitar 2.000 hektare dan dikembangkan oleh Ciputra Group, kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai area hunian, tetapi sebagai lingkungan terpadu.
Yakni menggabungkan tempat tinggal, fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, ruang terbuka, hiburan, olahraga, serta konektivitas transportasi.
“Keluarga saat ini semakin mempertimbangkan lingkungan secara menyeluruh ketika memilih rumah. Bukan hanya mengenai bangunan, tetapi juga bagaimana kawasan di sekitarnya dapat mendukung aktivitas keluarga sehari-hari," kata Dept. Head Marketing Communication Citra Maja City, Raymond Christantyo, dalam keterangannya, Minggu 27 September 2026.
Perkembangan Citra Maja City juga terlihat dari semakin beragamnya fasilitas dan lingkungan hunian yang hadir di dalam kawasan.
Hingga saat ini, lebih dari 20.000 rumah dan ruang usaha telah dan sedang dikembangkan, menjadikan kawasan ini terus bertumbuh sebagai bagian dari perkembangan Maja dan sekitarnya.
Salah satu faktor yang turut mendukung perkembangan kawasan adalah aksesibilitas. Citra Maja City berada sekitar 500 meter dari Stasiun KRL Maja, sehingga penghuni memiliki alternatif mobilitas menggunakan transportasi publik menuju berbagai wilayah Jabodetabek.
Konsep Transit Oriented Development (TOD) juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan untuk menciptakan lingkungan yang lebih terintegrasi antara hunian, fasilitas, dan transportasi.
Pertumbuhan sebuah kawasan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari jumlah hunian yang dibangun, tetapi juga dari bagaimana lingkungan tersebut mampu mengikuti kebutuhan masyarakat.
Bagi keluarga muda, misalnya, keberadaan sekolah, fasilitas kesehatan, ruang terbuka, area rekreasi hingga pilihan transportasi dalam satu kawasan dapat menjadi pertimbangan ketika memilih tempat tinggal.
BERITA TERKAIT: