Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan jejaring komunitas WNI serta Konhor RI di Kathmandu, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak.
Adapun sekitar 45 WNI tercatat berada di Nepal, mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.
"Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak," ujar Heni.
KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memberikan perhatian khusus terhadap WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, khususnya yang melakukan kegiatan pendakian.
KBRI mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI, terutama yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian.
"KBRI Beijing dan KBRI Dhaka mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau informasi melalui sumber resmi," ungkap Heni.
Sementara itu, berdasarkan laporan terbaru, jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-China telah mencapai 160 orang.
Polisi Nepal menyebut 157 jenazah telah ditemukan dan 54 orang diselamatkan, sedangkan media pemerintah China melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang di Tibet selatan.
Banjir juga menyebabkan sedikitnya 19 jembatan hanyut, sekitar 40 kilometer jalan rusak, 13 proyek pembangkit listrik tenaga air terdampak, serta sekitar 200 truk ikut terseret. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di kedua sisi perbatasan.
BERITA TERKAIT: