Prabowo Ngaku Berkali-kali Ditawari Suap Selama Dua Tahun Jadi Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 06 Oktober 2026, 19:01 WIB
Prabowo Ngaku Berkali-kali Ditawari Suap Selama Dua Tahun Jadi Presiden
Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto buka-bukaan tawaran suap yang diterimanya selama dua tahun menjabat. Ia mengaku dalam dua tahun terakhir berkali-kali mendapat tawaran untuk disogok.

Saat berpidato di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026, Presiden mengungkap tantangan yang dihadapi pemerintah dalam memberantas korupsi, termasuk praktik suap terhadap pejabat negara. 

Prabowo kemudianmengaku dirinya pun berkali-kali ditawari suap selama dua tahun menjabat.

“Kita paham, negara kita berada dalam keadaan yang... yang tidak baik-baik saja, kita paham itu. Kita melihat puluhan tahun institusi-institusi kita dirusak. Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok, jangankan menteri dirjen, saya mau disogok! Dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok,” kata Prabowo.

Menurutnya, pemerintah telah berupaya memperbaiki kondisi tersebut melalui pendekatan persuasif, termasuk dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga integritas dan kepentingan bangsa.

“Saya paham, kita melihat dan kita berusaha memperbaiki. Kita berusaha memperbaiki dengan persuasif, dengan dakwah, ya, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan dirinya telah menyampaikan sikap dan tekad pemberantasan korupsi kepada para menteri dan pejabat pemerintah dalam berbagai kesempatan. 

Dia juga meminta seluruh jajaran pemerintahan menjadikan kepentingan rakyat dan bangsa sebagai patokan utama dalam setiap kebijakan.

“Tidak ada lain! Yang menguntungkan rakyat dan bangsa Indonesia, itu yang saya kerjakan. Dan itu petunjuk yang saya berikan kepada semua menteri dan semua kepala badan,” tegas Prabowo.

Prabowo menambahkan, pemerintah akan terus berupaya menutup berbagai celah kebocoran kekayaan negara serta menindak pihak-pihak yang berusaha merusak dan merampok aset negara.

"Kita tidak boleh biarkan kebocoran terus terjadi. Kita harus berani menindak tegas siapa pun yang mencoba merusak dan merampok aset-aset negara," pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA