Dalam video berdurasi tiga menit tersebut, disebutkan bahwa Barron yang kini berusia 20 tahun tengah dipantau. Juga ada hadiah sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar untuk pihak yang berhasil membunuhnya.
Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service) menyatakan telah mengetahui video yang disiarkan televisi pemerintah Iran tersebut.
Juru bicara Secret Service Nate Herring mengatakan pihaknya menyelidiki setiap informasi yang dapat dipersepsikan sebagai ancaman terhadap orang-orang yang berada di bawah perlindungan mereka.
“Dinas Rahasia AS mengetahui video tersebut dan menyelidiki segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang kami lindungi. Karena alasan keamanan operasional, kami tidak membahas hal-hal yang berkaitan dengan intelijen perlindungan,” kata Herring, dikutip dari
Reuters, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ancaman tersebut muncul di tengah hubungan Amerika Serikat dan Iran yang masih diwarnai retorika keras selama perang yang telah berlangsung hampir enam bulan.
AS dilaporkan menerima sejumlah peringatan dari Israel dalam setahun terakhir terkait dugaan niat Iran untuk membunuh Trump.
Peringatan itu termasuk sebelum aksi pengelabuan rahasia yang melibatkan pesawat Air Force One di Turkiye.
Trump sendiri sebelumnya menggambarkan dirinya sebagai orang nomor satu dalam daftar target pembunuhan Iran. Sementara itu, Secret Service menolak membahas rincian mengenai langkah pengamanan maupun informasi intelijen terkait ancaman tersebut dengan alasan keamanan operasional.
BERITA TERKAIT: