Mengutip laporan Wall Street Journal Minggu, 4 Oktober 2026, Clayton akan memimpin panel yang bertugas mengkaji risiko dan peluang pengembangan AI serta diminta menyampaikan laporan dalam waktu 120 hari.
Clayton mengatakan bahwa pembentukan Satgas tersebut merupakan permintaan langsung Trump untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam pengembangan AI tingkat lanjut, sembari melindungi kepentingan masyarakat Amerika.
“Presiden meminta agar dibentuk sebuah kelompok yang oleh pemerintah disebut sebagai "Pasukan Intelijen Super," untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam AI canggih sambil melindungi kepentingan warga Amerika," kata Clayton.
Satgas tersebut akan meninjau berbagai risiko terkait AI, termasuk mekanisme pelaporan pemerintah mengenai pelanggaran keamanan, peretasan, dan insiden lainnya.
Kelompok ini juga akan memberikan rekomendasi untuk memperkuat kemampuan pemerintah federal dalam merespons berbagai risiko AI berdasarkan kewenangan yang telah ada.
Penunjukan Clayton berlangsung ketika kekhawatiran terhadap keamanan AI meningkat.
Sejumlah peneliti dan anggota Kongres dari Partai Demokrat maupun Republik mendorong langkah lebih serius untuk mengantisipasi risiko teknologi tersebut.
Di sisi lain, Trump menilai regulasi berlebihan dapat menghambat daya saing AS terhadap Tiongkok.
BERITA TERKAIT: