Pernyataan itu disampaikan ketika konflik militer antara Washington dan Teheran telah memasuki bulan kedelapan.
"Ngomong-ngomong, seperti yang Anda ketahui, Iran praktis telah meninggalkan semua rencana untuk memiliki senjata nuklir,” ungkap Trump saat meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio untuk menghadiri sebuah rapat umum, Sabtu, 3 Oktober 2026 waktu setempat.
Dalam kesempatan itu, Trump turut menyinggung perkembangan harga minyak yang menurutnya kini mulai mengalami penurunan.
“Harga minyak sedang turun. Saat ini harga minyak lebih rendah, dan bahkan lebih rendah daripada di bawah pemerintahan Biden, dan mereka tidak melakukan apa pun terkait fakta bahwa Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Pernyataan Trump, menegaskan kembali salah satu tujuan utama pemerintahan Trump dalam menghadapi Iran, yakni memastikan Teheran tidak memperoleh senjata nuklir.
Di sisi lain, Iran selama ini membantah tuduhan Amerika Serikat dan Israel bahwa Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan sikap tersebut saat berkunjung ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan lalu.
Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir karena diharamkan dalam agama.
Teheran juga menawarkan untuk mengencerkan stok uranium yang diperkaya di bawah verifikasi internasional, namun tetap menyatakan tidak akan berkompromi terhadap program nuklir sipilnya atau membuat konsesi struktural selama AS belum mencabut sanksi ekonomi.
BERITA TERKAIT: