"Operasi di Bandara Ben Gurion telah stabil dan kembali normal," kata Otoritas Bandara, dikutip dari Ynet, Sabtu 22 Agustus 2026.
Otoritas juga mengatakan sejumlah bagasi yang sebelumnya belum dikirim ke luar negeri telah disortir dan secara bertahap diserahkan kepada maskapai untuk dikirimkan. Sementara itu, bagasi penumpang yang sudah tiba di Israel tetapi belum menerima barang bawaannya juga tengah dikirim melalui maskapai penerbangan.
Jadwal penerbangan juga kembali berjalan seperti biasa.
“Pada awal hari Sabat, puluhan penerbangan lagi diperkirakan akan mendarat,” kata otoritas.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan kerugian akibat pemogokan tersebut mencapai 25-30 juta shekel atau 8,3-10 juta Dolar AS (sekitar Rp176,4 miliar).
Kerugian mencakup waktu penumpang yang terbuang, biaya operasional maskapai, hilangnya pendapatan Otoritas Bandara Israel dan operator bandara, serta gangguan pada kargo dan logistik. Dampaknya juga merembet ke rantai pasokan, sektor pariwisata dan perhotelan.
Sejumlah penerbangan menuju Tel Aviv bahkan terpaksa berbalik arah ke negara asal setelah operasional bandara dikurangi. Gangguan terjadi ketika pekerja dari empat perusahaan jasa darat menghentikan pekerjaan dan seluruh loket check-in ditutup selama sekitar satu jam.
Besarnya kerugian menjadi perhatian karena gangguan terjadi pada periode sibuk, ketika Bandara Ben Gurion melayani sekitar 100.000 penumpang dan 600 penerbangan per hari.
BERITA TERKAIT: