Walk Out Delegasi RI Bentuk Protes terhadap Israel

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 25 September 2026, 11:05 WIB
Walk Out Delegasi RI Bentuk Protes terhadap Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berpidato di Sidang Umum PBB ke-81 New York, Amerika Serikat pada Kamis, 24 September 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube ET Now)
Kecil Besar
rmol news logo Sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out dari ruang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya diapresiasi Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal.

Menurut Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical, langkah tersebut merupakan sikap diplomatik yang tegas sebagai bentuk protes terhadap kebijakan dan tindakan Israel di Palestina, khususnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

“Saya bangga dengan sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out saat Benjamin Netanyahu hendak berpidato. Sikap ini sudah sangat tepat dan menunjukkan bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak berbagai tindakan yang merugikan rakyat Palestina,” ujar Deng Ical, Jumat, 25 September 2026.

Deng Ical menilai walk out bukan sekadar tindakan simbolik, melainkan bentuk protes dan kecaman terhadap genosida yang dilakukan Israel di Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa serta krisis kemanusiaan berkepanjangan.

“Walk out ini adalah bentuk protes dan kecaman terhadap genosida Israel terhadap Palestina, khususnya masyarakat Gaza. Dunia tidak boleh diam terhadap penderitaan rakyat Palestina,” tegasnya.

Berdasarkan data terkini per September 2026, jumlah korban tewas akibat serangan dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza telah melampaui 74.000 jiwa, dengan sebagian besar korban merupakan anak-anak dan perempuan.

Deng Ical juga mendorong negara-negara di dunia untuk memperkuat langkah diplomatik dan mekanisme hukum internasional terhadap setiap dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel. 

“Semakin banyak negara harus berani mengecam dan mengambil langkah sesuai hukum internasional terhadap tindakan yang dilakukan Israel. Jangan sampai hukum internasional hanya menjadi aturan di atas kertas,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina juga harus semakin diperkuat. Indonesia, kata Deng Ical, perlu terus memainkan peran aktif dalam mendorong penyelesaian konflik secara adil serta memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri.

“Negara-negara di dunia harus semakin banyak mendukung kemerdekaan Palestina. Pemerintah Indonesia juga harus terus konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina adalah harga mati dan tidak bisa ditawar,” pungkas Deng Ical. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: AHMAD ALFIAN

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA