Chief Executive Football Association of Ireland (FAI) David Courell mengatakan peta hitam yang digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh korban yang kehilangan nyawa akibat serangan brutal Israel di Jalur Gaza.
“Mereka juga bermaksud mengenakan pita hitam di lengan sebagai penghormatan kepada semua nyawa yang hilang dalam konflik (Gaza),” kata Courell dalam konferensi pers.
Selain mengenakan pita hitam, para pemain Irlandia juga tidak akan mengikuti sejumlah bagian dari seremoni sebelum pertandingan.
Mereka juga berencana memberikan kontribusi signifikan dari bayaran pertandingan untuk kegiatan amal, termasuk dari laga melawan Israel dan pertandingan menghadapi Austria di Dublin pada 1 Oktober mendatang.
Pertandingan Irlandia kontra Israel sempat berada dalam ketidakpastian setelah para pemain menggelar pembahasan internal.
Courell mengatakan timnas kemudian melakukan pemungutan suara dan mayoritas signifikan memilih agar pertandingan tetap dimainkan.
Di tengah situasi tersebut, satu pemain memutuskan mundur. FAI tidak menyebutkan namanya dalam konferensi pers, namun laporan media menyebut penjaga gawang Gavin Bazunu sebagai pemain yang memilih tidak tampil dalam pertandingan melawan Israel.
Sementara itu, laga Irlandia melawan Israel tetap akan berlangsung di Debrecen setelah sebelumnya mendapat sorotan dan seruan dari sejumlah kelompok di Irlandia agar pertandingan tersebut dibatalkan.
BERITA TERKAIT: