Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Komando Teater Timur, militer China mengatakan angkatan udara dan lautnya sudah membuntuti dan memantau seluruh kapal.
"Misi semacam itu dengan sengaja menaikkan suhu masalah Taiwan, karena mereka takut akan ketenangan di Selat Taiwan, dan mengirimkan pandangan genit kepada pasukan kemerdekaan Taiwan, yang secara serius membahayakan perdamaian dan stabilitas di selat," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Sementara itu, dimuat
Reuters, Angkatan Laut AS mengatakan, kapal perusak berpeluru kendalinya, USS Mustin sudah melakukan transit rutin di Selat Taiwan sesuai dengan hukum internasional. Itu adalah pelayaran ke-12 melalui selat yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS.
"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," tambah militer Amerika.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kapal AS telah bergerak ke arah selatan dan Taipei selalu memantau pergerakannya, sembari menyebut situasi seperti biasanya.
China, yang mengklaim Taiwan yang dikelola secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, telah marah dengan peningkatan dukungan AS untuk Taiwan, termasuk penjualan senjata dan kapal perang, yang semakin memperburuk hubungan Beijing-Washington.
BERITA TERKAIT: