"Jadi ini sebagian dari program FAO, untuk melihat sendiri sejauh mana proyek-proyek yang dilakukan di berbagai negara itu dilaksanakan," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohamad Fachir di Kementerian Luar Negeri, Rabu (31/10).
Menurut Fachir, negara anggota FAO dapat berkomunikasi langsung untuk melihat perkembangannya.
"Sekarang ini masing-masing itu tidak terintegrasi tetapi disintegrated jadi masing-masing negara bisa langsung komunikasi dengan FAO bagaimana pengembangan-pengembangan kapasitas untuk terutama food security (ketahanan pangan)," katanya.
Dikatakan, penyelenggaraan program FAO di Indonesia sudah menyentuh angka 351 juta dolar AS.
"Untuk proyeknya di berbagai tempat. Mereka hanya pergi ke tiga hingga empat tempat yaitu Solo, Jogja, Jakarta dan Bali," ujar Fachir.
[lov]
BERITA TERKAIT: