Pariwisata Korsel Terpukul Pemblokiran China Pasca Penyebaran THAAD

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 27 April 2017, 17:44 WIB
Pariwisata Korsel Terpukul Pemblokiran China Pasca Penyebaran THAAD
Pulau Jeju, salah satu daya tarik wisata Korsel/Net
rmol news logo Sektor pariwisata Korea Selatan mendapat pukulan setelah China menerapkan sejumlah boikot menyusul penyebaran sistem anti-rudal THAAD yang didukung AS di negeri ginseng tersebut.

Sepanjang bulan Maret kemarin saja, merujuk pada data dari Korea Tourism Organization (KTO),  Korea Selatan melihat penurunan 40 persen pengunjung China. Total jumlah pengunjung bulan lalu turun lebih dari 11 persen menjadi 1,23 juta.

Sementara itu menurut ForwardKeys, penyedia data industri perjalanan, pemesanan untuk menginap oleh wisatawan China turun 28 persen pada kuartal kedua tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi setelah Korea Selatan setuju untuk memasang THAAD dari AS tahun ini.

Seoul menegaskan THAAD adalah pencegah serangan rudal yang mungkin dilakukan Korea Utara. Namun, Beijing berulang kali mengungkapkan keprihatinan atas sistem tersebut, karena radar kuatnya dapat menembus wilayah China.

Pemerintah China kemudian melarang agen-agen wisata untuk menjual tur ke Korea Selatan menyusul langkah tersebut.

Turis China sendiri diketahui merupakan pembelanja yang menyumbang besar bagi sektor pariwisata Korea Selatan. China menyumbang 8 juta dari hampir 17 juta orang yang mengunjungi Korea Selatan tahun lalu.

Bila tren ini terus terjadi, Korea Selatan bisa kehilangan pendapatan pariwisata sebesar 9,63 miliar dolar AS tahun ini. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA