Menurut Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, negaranya bersama dengan Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab melancarkan serangan dengan menggunakan pesawat tempur pengebom.
Sejak 10 Desember lalu, tujuh serangan udara dilancarkan di Suriah.
"Serangan udara menghancurkan enam pejuang, lima bangunan, dan dua markas ISIS," begitu kata pernyataan dari situs Kemenhan AS
www.defense.gov, Jumat (12/12).
Tak hanya di Suriah, AS dan mitranya juga telah melakukan 20 serangan udara selama periode yang sama di Irak.
Negara koalisi Barat yang turut melakukan serangan udara di Irak bersama Amerika Serikat adalah Australia, Belgia, Kanada, Denmark, Prancis, Belanda dan Inggris.
Serangan udara tersebut menghancurkan 11 kendaraan lapis baja, empat kontainer, sebuah pos pemeriksaan, dua excavator, dan tiga bangunan yang dihuni pejuang ISIS.
"Penyerangan yang menargetkan ISIS di Suriah dan Irak bertujuan membatasi kemampuan kelompok teroris tersebut untuk melakukan operasi teror lebih lanjut," lanjut Kemenhan AS.
[ald]
BERITA TERKAIT: